Aku Berbatik, Kalau Kamu?

Guru Bahasa Jepang di sana serta teman-teman dari negara lain turut memuji keindahan baju batik Indonesia.

Logo Superman dari Masa ke Masa

...ternyata Logo Superman telah mengalami banyak perubahan dari masa ke masa.

Ketika "Dementor" Muncul...

Sahabat, tahu film Harry Potter? Dalam film tersebut, terdapat satu tokoh yang disebut Dementor. Siapakah Dementor itu?

Tips Menulis Blog Berkualitas

Thinking out of the box karena blog bukanlah sebuah karya tulis ilmiah maupun berita koran...

Trik Membuat Avatar Animasi untuk Twitter

Walaa.. this is it, sebuah file animasi karyamu sendiri ^^ tinggal di-upload ke Twitter deh.. Have fun with it.

Bismillaahirrohmaanirrohiim.. Assalamu'alaikum.. Welcome to Miftahul's Blog -To Be Like a Sun-

TO BE LIKE A SUN

Assalamu'alaikum. Salam hangat... Selamat datang di blog saya yang sederhana ini. Blog ini berisi seputar pengalaman pribadi, opini, info, karya lomba, dsb yang mungkin dapat bermanfaat. Terima kasih atas kesediaannya meluangkan waktu 'tuk singgah walau sejenak. Jangan lupa ninggalin jejak ya ^^



Tampilkan postingan dengan label lomba blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lomba blog. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Mei 2017

Liburan, Yuk Wisata Halal Bareng Keluarga




Halo Sob, kalau pas liburan biasanya kamu lebih suka traveling, hangout ke mall bareng teman, atau malah di rumah saja? Tiap orang tentu punya kegemaran masing-masing dalam menikmati momen libur, terutama bila waktunya panjang seperti liburan lebaran atau liburan akhir tahun. Saya sendiri termasuk yang suka traveling bareng keluarga. 

Momen liburan menjadi masa yang dirindukan para Travelers untuk menemukan ‘dunia baru’ yang belum ia singgahi. Traveling ke luar negeri? Wajib diupayakan, setidaknya diniatkan mengunjungi Tanah Suci walau hanya sekali. Uang dapat dicari, bahasa dan budaya dapat dipelajari, hidup cuma sekali sementara dunia ini masih sangat luas untuk dijelajahi. 

Menjadi seorang Muslim Traveler dapat memberikan kepuasan dan kenikmatan tersendiri bagi para peminatnya. Terlebih bila kita aktif di social media, maka mengabadikan dan berbagi setiap momen lokasi makanan halal maupun tempat ibadah menjadi sesuatu yang tak boleh dilewatkan. Tak sekadar melancong ke berbagai daerah saja, namun ada hal yang selalu menjadi perhatian utama terkait prinsip Islam, yakni Wisata Halal


Bagi saya pribadi, ada 3 hal yang harus diperhatikan ketika mengunjungi suatu daerah, yaitu tempat ibadah, menu yang halal, dan tempat penginapan. Setiap mengunjungi suatu daerah, saya selalu mencoba menyempatkan diri untuk sholat di masjid daerah tersebut. Selain merasakan ikatan ukhuwah dengan saudara seiman, terkadang kita pun akan menjumpai arsitektur bangunan masjid yang khas dan unik. Berburu kuliner khas? Itu wajib bagi saya, namun kehalalannya tetaplah yang utama. Di daerah asing, terutama bila penduduknya berkomunikasi dengan bahasa yang berbeda, kita harus ekstra hati-hati dalam memilih makanan/minuman. Sementara untuk tempat penginapan, tentu akan lebih menenangkan keluarga bila kita beristirahat di tempat yang terjaga dari hal-hal negatif.

Yang namanya suatu perjalanan, tentu dapat dilakukan seorang diri maupun dalam rombongan, dengan cara backpacker maupun Tour Travel, tergantung selera dan kebutuhan. Bagi pecinta kebebasan, mungkin lebih tertarik dengan petualangan ala backpacker. Namun bepergian dengan jasa Tour Travel memiliki banyak nilai tambah. Kebetulan saya pernah merasakan menjadi seorang backpacker maupun menggunakan jasa Tour Travel untuk perjalanan ke luar negeri. 


Pada tahun 2015, saya mengajak istri dan anak untuk berpetualang menjelajah Singapore. Kami menggunakan cara backpacker untuk berkunjung ke berbagai destinasi wisata. Dengan modal kartu Tourist Pass, kami bebas berkeliling dengan Bus, MRT maupun LRT. Untungnya sih pemakaiannya unlimited selama 3 hari, karena kami sempat beberapa kali nyasar hehe.. Walau sudah ada peta halte bus, tapi kami sempat tidak tahu kalau untuk menghentikan bus harus menekan tombol merah. Alhasil yang tadinya kami mau ke Chinatown di pagi hari, justru terbawa sampai jauh dan malah berkunjung ke Little India dulu.  

Untuk penginapan, kami mendapatkan diskon untuk hotel di daerah Geylang. Dari yang tadinya 700 ribuan / malam, mendapat potongan hingga 400 ribuan / malam. Kalau mau yang lebih murah lagi bisa saja mencari hostel, ada beberapa yang rate-nya di angka 100 ribuan / malam. Namun, di hostel kita harus berbagi kamar dengan orang lain, sementara saya membawa istri dan anak. Ternyata, kami baru tahu kalau tempat penginapan kami itu berada di ‘Red District’. 

Pemilihan tempat makan sangat perlu diperhatikan. Di area Geylang ada banyak lokasi yang menyediakan menu babi dengan aroma tajam menyengat. Tapi tenang saja, di Singapore ini juga banyak tempat makan halal. 


Berburu kuliner menjadi sesuatu yang menarik di Singapore, karena ada banyak ragam. Dari yang saya perhatikan, ada 4 budaya yang berkembang pesat di sini, yakni budaya Melayu, Timur Tengah, India, dan Cina. Bila hendak mencari kuliner yang halal, akan mudah ditemui di sekitaran Little India dan Kampong Glam. Aneka kuliner halal khas Melayu, India maupun Timur Tengah siap menggoyang lidah.  


Berwisata halal ala backpacker ini kunci utamanya ada pada keberanian untuk bertanya. Jika malu bertanya, maka siap-siap tersesat di jalan hingga kehabisan waktu kunjungan atau malah salah makan sesuatu yang diharamkan.. Ooh, akan sangat disesalkan bila kita tak dapat mengefisienkan waktu perjalanan tersebut dan menyinggahi aneka destinasi menarik. Saya sendiri selama 3 hari di sana telah singgah ke Cavenagh Bridge, Merlion Park, Jubilee Bridge, Bugis Junction, City Square Mall, Serangoon Plaza, Mustafa Centre, Little India, Chinatown Singapore, Sentosa Island, S.E.A. Aquarium, Marina Bay Sands, Gardens by the Bay, Masjid Sultan, Kampong Glam, dan sebelum kembali ke Indonesia sempat menjelajah Changi Airport selama beberapa jam. 

Nah, dari perjalanan tersebut telah memberikan cukup banyak pengalaman untuk traveling ke luar negeri selanjutnya, yakni ke Thailand. Tadinya kami hendak pergi saat liburan akhir tahun 2016, tapi waktu itu tiket yang tersedia hanya untuk beberapa hari setelah tahun baru 2017. Traveling kali ini saya bareng ibu, istri, anak, dan adik. Teringat perjalanan sebelumnya saat ke Singapore, tentu saya tak tega bila melihat ibu saya harus berjalan kaki jauh atau malah nyasar seperti yang kami alami kala itu. Belum lagi, saat saya coba googling, ternyata warga Thailand banyak yang tak bisa Bahasa Inggris. Hmm.. saat di Singapore saja kami agak kesulitan menemukan orang yang bisa Bahasa Inggris karena umumnya menggunakan Bahasa Cina, lha ini bagaimana kalau ngomongnya pakai Bahasa Thai?

Akhirnya, kami pun memutuskan untuk memakai jasa salah satu Tour Travel. Dalam memilih Tour Travel pun sebaiknya pilih travel yang mensupport wisata halal. Ada beberapa kelebihan Tour Travel Halal ketimbang Backpacker, terutama bila kita belum berpengalaman mengunjungi destinasi tersebut:

1. Kehalalan Terjamin. Bepergian kemana pun, bagi seorang muslim tentu akan lebih tenang bila ibadah, makanan dan penginapannya terjamin. Dengan Tour Travel yang mensupport wisata halal, insyaAllah ibadah kita akan tetap lancar, makanan dan minuman terjamin kehalalannya, serta mendapat penginapan yang membawa nilai-nilai syariah.

2. Efisiensi Waktu. Dengan jumlah hari yang terbatas, tentunya kita berharap dapat mengunjungi banyak destinasi wisata sekaligus. Menggunakan Tour Travel merupakan pilihan yang tepat, karena akan disiapkan rundown destinasi wisata yang hendak dikunjungi beserta timeline-nya, sehingga tak ada waktu yang terbuang percuma.

3. Lebih Aman. Dengan menggunakan Tour Travel, kita akan lebih aman dari incaran orang jahat.

4. Menambah Informasi. Umumnya jasa Tour Travel sudah dilengkapi dengan Tour Guide. Sehingga kunjungan kita ke destinasi wisata tersebut tak semata memanjakan mata dan psikis, tapi juga akan menambah pengetahuan.

5. Menjembatani dengan Masyarakat Lokal. Tour Guide dapat menjembatani kita berkomunikasi dengan masyarakat lokal, terutama saat hendak membeli oleh-oleh khas.  

Kalau Tour Travel yang kami gunakan saat itu kebetulan bukan yang spesialis Wisata Halal, tapi alhamdulillah kami mendapat Tour Guide seorang muslimah berjilbab yang fasih berbahasa Melayu. Dia yang membantu berkomunikasi dengan masyarakat lokal maupun dengan pihak hotel yang rata-rata berbicara menggunakan Bahasa Thai. Selain itu, kami juga diberitahu mengenai budaya sana. Ternyata ada banyak hal yang cukup mirip dengan di Jakarta.


Petualangan kami di Thailand cukup menarik dan banyak destinasi wisata yang berhasil kami kunjungi. Memang Tour Guide kami seorang muslimah, namun karena Tour Travel kami bukan yang spesialis Wisata Halal sehingga destinasi wisatanya pun termasuk umum. Setidaknya untuk makanannya terjamin kehalalannya. Penasaran kami pergi kemana saja? Berikut ini video kompilasi perjalanan kami selama di Thailand:


Yup, dalam waktu 3 hari bersama Tour Travel, kami berhasil mengunjungi: Golden Buddha di Wat Traimit, mengenakan pakaian tradisional Thailand di Wat Arun dan berbelanja oleh-oleh di pasarnya, mengunjungi MBK Shopping Mall di Bangkok, mengunjungi BIG BEE, berfoto ria dengan lukisan 3D ala Art in Paradise, mengagumi keelokan aneka batu permata di Gems Gallery Pattaya, menyaksikan pertunjukan dan berinteraksi dengan gajah-gajah pintar di Nong Nooch Village, mengagumi keindahan alam sekitar Silverlake, terheran-heran dengan Sleep Museum, dan tertawa ngakak menonton NANTA Show. Keesokan harinya, karena masih ada waktu beberapa jam jelang keberangkatan pesawat kami, akhirnya kami kembali ber-backpacker ria dengan tujuan melihat langsung patung raksasa Sleeping Buddha di Wat Pho.


Tertarik juga untuk mengunjungi Thailand? Coba cek Paket Tour Wisata Halal Bangkok dari Cheria Halal Holiday, siapa tahu cocok. Dengan paket tersebut, kita dapat menikmati wisata di Thailand tanpa rasa was-was.

Pasca diresmikannya Fatwa MUI tentang Wisata Halal di awal Oktober 2016, memberi peluang usaha baru bagi industri Travel, terutama yang hendak menyasar segmen umat muslim. Hal ini juga menjadi angin segar bagi para Muslim Traveler yang hendak berpetualang ke daerah-daerah baru dengan rasa lebih aman dan tenang.

Fatwa MUI tentang Wisata Halal ini telah cukup lengkap memuat pedoman baik untuk pihak Wisatawan, Travel, maupun pengelola aneka usaha terkait destinasi wisata. Sehingga, dalam bertindak tanduk pun para wisatawan tak sembarangan. Fatwa ini juga mengatur bagaimana destinasi wisata halal itu seharusnya. Dengan adanya fatwa ini, umat muslim dapat bepergian dan menikmati liburannya dengan perasaan tenang.   



Siapa sih yang tak mendambakan berlibur ke aneka destinasi wisata nan eksotik dengan rasa tenang? Pemandangan indah terhampar luas memanjakan mata. Desir adrenalin membuat jantung berdegup kencang, mendambakan petualangan ke dunia baru. Sebuah pengalaman luar biasa yang patut jadi impian. Dan itu semuanya akan terlengkapi ketika ibadah kita tak ketinggalan, plus sajian kuliner khas daerah tujuan siap tersaji di hadapan. 


Dapatkah Sobat membayangkan, aneka makanan dan minuman asing tersaji di depan mata. Aromanya memikat tajam hingga membuat lidah seolah langsung mengecap rasanya. Penampilannya menarik dan instagramable banget sampai-sampai kita sibuk jepret sana-sini dari segala angle. Tapi, apakah makanan dan minuman tersebut aman dikonsumsi oleh seorang muslim?

Bila Sobat ingin berpetualang ala Muslim Traveler dan menjelajahi dunia, Cheria Wisata Tour Travel Halal Terlengkap di Indonesia hadir sebagai solusinya. Momen liburan lebaran atau liburan akhir tahun nanti sudah punya rencana mau kemana? Yuk, ajak keluarga untuk berwisata halal. Bisa coba cek beberapa paket dari Cheria Halal Holiday berikut:




Rabu, 31 Agustus 2016

Siapapun Dapat Jadi Pahlawan Keluarga

“Pahlawan adalah ia yang tak henti bergerak, yang memahat peradaban dengan hati dan perbuatan, dalam sunyi atau gempita.”
― Helvy Tiana Rosa


Apa sih arti "Pahlawan" bagimu? Klo menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pahlawan itu orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; Pejuang yang gagah berani. Hmm.. ngerasa pernah nemuin orang kayak gitu dalam keseharian kita?

Kadang, kita mungkin ga nyadar klo sosok pahlawan ini ternyata berada dekat, lho.. saangat dekat. Dengan aksinya, sosok tersebut udah membawa banyak perubahan dalam kehidupan kita. Udah bisa nebak? Yup, klo ortu sih udah pasti ya, tapi kita pun sebenarnya bisa juga lho menjadi seorang pahlawan. Pada dasarnya, ada jiwa pahlawan dalam diri setiap orang. Minimal kita dapat menjadi sesosok Pahlawan Keluarga.

Menjadi Pahlawan Keluarga merupakan IMPIAN saya. Saya sendiri ga ngerasa diri ini udah layak digelari pahlawan. Namun saya dapat bilang bahwa saya adalah seorang pejuang. Saya berjuang untuk istri saya agar ia ga perlu lagi ikut kerja keras nambah penghasilan, sehingga bisa fokus dalam mendidik anak dan mengatur kebutuhan rumah tangga. Saya berjuang juga untuk anak saya agar ia dapat tumbuh cerdas dan sholeh, sehingga kelak dapat menjadi sosok pahlawan bagi keluarganya, nusa, bangsa dan agama.

Perjuangan saya mungkin ga seberat orang-orang di luar sana. Setidaknya bagi saya, saat harus menjabani pulang-pergi rumah-kantor sekitar 70-an kilometer setiap hari menggunakan motor memang lumayan menguras fisik plus mental. Belum lagi saat mesti mengejar waktu untuk ngerjain sambilan. Tapi inilah perjuangan saya untuk keluarga dan saya menikmatinya.

Bagi saya, menjadi sesosok Pahlawan Keluarga itu ga sekadar sebatas pencari nafkah saja. Tapi bagaimana caranya agar saya pun juga dapat menjadi sosok "Pahlawan" ala anak saya. Salah satunya dengan menjadi karakter Pahlawan Super yang ia suka.

Anak saya masih berumur sekitar 3,5 tahun dan sangat suka dengan karakter Super Sentai dan Kamen Rider. Awalnya dia takut melihat monster-monsternya, tapi begitu para pahlawan super ini muncul, ia langsung senang dan histeris gembira!


J.A.K.Q. Dengekitai merupakan seri Super Sentai kedua dan diputar di TV Jepang sekitar tahun 70-an. Emang udah jadul sih, tapi ini Super Sentai favorit saya semasa kecil. Yup, inilah sosok pahlawan super yang pertama dikenalin ke anak saya. Dan demi dia, saya pun rela menyisihkan sebagian uang transport untuk membuat sebuah kejutan:


Taraa... Spade Ace, si Ranger Merah dari serial J.A.K.Q. tiba-tiba datang! Andai dapat merekam ekspresi anak saya saat itu. Dan yang lebih mengejutkan lagi, pas helmnya dibuka... ternyata itu adalah ayahnya sendiri!! Haha... ayahnya telah menjelma menjadi sesosok Pahlawan Super! Tahu bagaimana perasaan seorang ayah ketika melihat anaknya tersenyum bahagia? Itu adalah sumber energi LUAR BIASA yang meledak-ledak dalam diri saya untuk terus SEMANGAT BERJUANG menjadi seorang Pahlawan Keluarga.

Bagi saya, menjadi sosok Pahlawan Keluarga itu ga hanya sebatas ngebahagiain keluarga kita aja. Dalam hidup ini manusia ga bisa sendirian. Manusia butuh yang namanya bersosialisasi, pun halnya dalam kehidupan berkeluarga bakal ada yang namanya interaksi sosial. Sehingga seorang Pahlawan Keluarga emang udah semestinya membimbing keluarganya untuk ingat dengan lingkungan sekitar.

Bagaimana rasanya bila anak-anak Yatim dan anak saya melihat sekumpulan pahlawan super beraksi di depan rumah? Haha.. emang sebuah ide gila, tapi itulah yang saya lakukan dengan dibantu oleh keluarga dan kawan-kawan dari komunitas cosplay.

Saya dan keluarga saat itu merencanakan acara resepsi khitan anak kami dengan mendirikan tenda di depan rumah. Kebetulan komunitas saya punya rencana untuk mengadakan bakti sosial (baksos). Akhirnya saya usulkan, gimana klo baksosnya kami fasilitasi dan akan kita undang anak-anak Yatim, sementara kawan-kawan saya cosplay jadi pahlawan super? Hasilnya, wow... pecah banget acaranya!!



Di acara resepsi khitanan ini, kawan-kawan cosplayer saya pun beraksi kabaret sebagai Super Sentai/ Power Rangers dan Kamen Rider/ Satria Baja Hitam. Melihat senyum bahagia anak saya dan anak-anak Yatim bagaikan sebuah siraman air terjun ke rongga jiwa yang gersang. Begitu menyenangkan rasanya, terlebih saat anak-anak Yatim itu dipanggil satu per satu untuk diberikan santunan oleh para Kamen Rider.

Berjuang untuk meraih impian menjadi Pahlawan Keluarga tak hanya membawa manfaat bagi diri sendiri, tapi juga keluarga dan lingkungan sekitar. Bagaimana kita dapat menghadirkan senyuman ke orang-orang terdekat. Bagaimana kita dapat memberi solusi bagi permasalahan-permasalahan dalam kehidupan rumah tangga yang tak jarang erat dengan kondisi ekonomi. Serta bagaimana menikmati manisnya hasil perjuangan bersama keluarga.

Susah dapat kerja? JANGAN MENYERAH! Dimana ada kemauan, di situ ada jalan. Saat ini dunia telah menjadi "datar" karena orang dari berbagai penjuru dan waktu bisa dipertemukan melalui layar monitor (bahkan via genggaman jemari). Dengan modal internet, siapapun dapat berjuang mencari rezeki dan menjadi pahlawan bagi keluarganya, ga percaya?

Beberapa waktu lalu saat sedang menjelajah Instagram, saya menemukan akun Kudo (Kios Untuk Dagang Online). Saat saya coba mengenal lebih dekat, ternyata Kudo dapat memberikan solusi bagi kita yang ingin merintis bisnis secara online dan tetap berpenghasilan. Prinsip saya, "Man jadda wa jada (Siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil)!"


Nah, seru kan? Ingin seperti kisahnya Bang Kumis dan si Eneng? Caranya gampang ko, Daftar Kudo dulu yuk di sini. Itu merupakan link untuk mengunduh aplikasi Kudo di android:


Setelah membuka aplikasinya, akan muncul tampilan yang menjelaskan aneka keuntungan bergabung  dengan Kudo:


Saat sudah masuk, kita dapat langsung berbelanja atau (jika saya boleh menyarankan) daftar dulu sebagai Agen. Dengan mendaftar sebagai Agen, kita bisa mendapat komisi yang lumayan, lho.. Intinya, Kudo memberikan solusi mudah bagi semua orang yang ingin jadi pengusaha.


Selanjutnya, kita tinggal mengisi data diri sesuai format yang disediakan. Pada bagian foto KTP, awalnya yang saya upload itu pas foto (kirain foto yang dipakai untuk KTP) eh ternyata maksudnya itu foto dari KTP kita haha.. Proses pengisian data diri ini lumayan cepat, bahkan verifikasinya pun hanya dalam hitungan menit. Nantinya akan ada email dari Kudo berisi panduan sebagai Agen Kudo.



Wow, kurang mudah apa coba? Udah saatnya untuk BERGERAK dan menjadi PAHLAWAN KELUARGA! Ga usah pakai nunggu, begitu selesai baca ini langsung aja unduh aplikasinya dan gabung sebagai Agen Kudo.



“Pahlawan.. Jangan menanti kedatangannya. Mereka adalah aku, kau, dan kita semua. Mereka bukan orang lain. Mereka hanya belum memulai. Mereka hanya perlu berjanji untuk merebut takdir kepahlawanan mereka, dan dunia akan menyaksikan gugusan pulau-pulau ini menjelma menjadi untaian kalung zamrud kembali yang menghiasi leher sejarah.”
― Muhammad Anis Matta


Selasa, 07 Juni 2016

Berhajilah, Allah Yang Akan Memampukan

Ka'bah (Foto: Rizki Amalia).

"Labbaika Allahumma labbaik.. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan-ni'mata laka wal mulk, laa syariikalak..."

Kami ingin memenuhi panggilan-Mu ya Allah... Mampukanlah kami... Kuatkanlah kami... Teguhkanlah kami...

Kan pasti mengalir air mata ini, andai dapat kutatap rumah-Mu...

Muslim mana yang tak ingin menunaikan Rukun Islam ke-5? Berhaji merupakan impian bagi segenap mukmin di seluruh penjuru dunia. Menjadi Haji Mabrur, menapakkan kaki selangkah lebih dekat menuju Jannah-Nya. Tak jarang, untuk mencapainya orang pun sampai menabung tahunan atau bahkan rela berhutang.

Berhaji memang tak sekadar suatu perjalanan menapaki Tanah Suci. Di sinilah kiblatnya umat muslim berlokasi. Tempat berkumpulnya jutaan muslimin/at dari berbagai penjuru dunia untuk bermunajat mengharap ridho Ilahi. Sekaligus jejak perjalanan religius Nabi Ibrahim as dan Rasulullah SAW akan tersusuri.

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ () فِيهِ آَيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آَمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

"Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS.3:96-97)

Niatkan Berhaji, yuk...

Namun tak semua orang sudah memikirkan untuk berhaji di usia mudanya. Banyak yang masih terlebih dahulu memprioritaskan untuk memiliki hunian maupun kendaraan. Tak terkecuali saya, seorang hamba yang penuh khilaf serta alfa.

Sebagai seorang pemuda yang tahun ini baru menginjak usia 30 tahun, saya merupakan karyawan swasta yang telah membangun keluarga kecil dengan satu orang anak. Kami tinggal di rumah orang tua saya. Istri saya bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga, sehingga segala keperluan dan kebutuhan rumah tangga bergantung pada penghasilan bulanan saya.

Penghasilan saya tidaklah seberapa, bahkan rasanya sulit untuk menyisihkan sedikit sekadar untuk tabungan bulanan. Rasanya wajar, bila dalam posisi begini yang saya pikirkan adalah bagaimana menabung untuk membeli sebuah rumah sederhana. Siapa yang tak ingin memiliki rumah sendiri, tinggal di dalamnya, dan membangun keluarga bahagia?

Tahun 2015 ternyata menjadi tahun yang cukup berat, karena saya harus merelakan Ayah saya dipanggil menghadap-Nya. Beliau telah berjuang melawan gagal ginjal dan harus cuci darah selama 13 tahun. Alhamdulillah, pada tahun 2008 silam, walau kondisinya tak sehat namun beliau dapat menunaikan ibadah Haji bersama Ibu saya.

Menjelang hari terakhirnya, beliau sempat berpesan pada kami, agar selagi masih muda kami dapat mengusahakan untuk berhaji. Jangan sampai WAKTU membuat kami melalaikan perintah Haji di masa kelapangan rezeki maupun kesehatan fisik kami. Ya, terkadang ketika kita memiliki rezeki lebih, maka yang pertama kita pikirkan adalah bagaimana untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan serta papan... sementara untuk Haji dinomor sekiankan. Padahal, umur siapa yang tahu? Sekalinya kita menggunakan rezeki lebih tersebut untuk memenuhi kebutuhan duniawi, maka akan datang lagi kebutuhan yang lainnya, demikian seterusnya, kecuali kita memiliki niat yang teguh untuk berhaji.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: “’umrah yang satu dengan ‘umrah berikutnya adalah penghapus dosa yang dilakukan antara masa keduanya, sedangkan haji mabrur balasannya tiada lain adalah surga.” (HR. Al-Bukhari, nomor hadits: 1773)

Setahun sudah sejak sepeninggal Ayah kami. Entah mengapa, istriku begitu bersemangat untuk berhaji. Padahal kondisinya, saya tak yakin memiliki cukup uang untuk mendaftar Haji. Tapi, hei... untuk sekadar membuka Tabungan Haji saja bisa dengan uang sekadarnya. Lain halnya kalau kita ingin mendaftar untuk mendapatkan nomor porsi Haji dari Kemenag yang membutuhkan tabungan minimal Rp.25Juta/orang.

Akhirnya kami pun meniatkan untuk berhaji, dimulai dari membuka Tabungan Haji terlebih dahulu dan dengan uang seadanya saat itu. Belum sempat rencana itu terealisasi, tiba-tiba saya mendapat kabar dari Ibu saya bahwa asuransi jiwa Ayah saya telah cair. Ibu saya pun mengajak saya ngobrol, bahwa Eyang saya yang di Jogja sangat ingin pergi Haji. Usianya sudah sangat sepuh, sehingga yang memungkinkan hanya melalui ONH Plus.

Ibu saya pun menawarkan, apakah saya bersedia menjadi pendamping Eyang saya dan menggunakan dana asuransi bagian saya untuk itu. Karena Eyang saya cukup sepuh, sehingga kemungkinan masa tunggu Hajinya hanya sekitar 3 tahun. Saya saat itu kaget campur haru. Namun dalam hati ada sedikit keraguan karena saya jadi tidak bisa berhaji bareng istri... Ya, saya bagai mendapat durian runtuh, rezeki yang tak disangka-sangka datangnya, dan rasanya sulit apabila saya harus membuat Tabungan Haji lagi dari awal untuk 2 orang. Namun istri saya ikhlas, ia sampai menangis haru bahagia merelakan saya untuk mendampingi Eyang. Ia berkata, bahwa saya tak perlu membuat tabungan untuk 2 orang, cukup ia sendiri saja, bahkan ia pun juga akan berjualan kue untuk menambah Tabungan Haji.

Beberapa hari kemudian, Ibu saya menyampaikan suatu kabar. Ternyata untuk menjadi pendamping Haji itu harus anak sendiri, sedangkan saya adalah cucu. Saya tak tahu apakah harus sedih atau lega... Di satu sisi, saya sedih karena rencana haji yang awalnya 3 tahun lagi menjadi diundur hingga puluhan tahun. Di sisi yang lain, saya lega karena memiliki waktu yang cukup untuk bertobat dan memperbaiki diri sambil berdo'a agar dipanjangkan usia.

Ibu saya kembali menanyakan pada saya, apakah saya ingin mengambil uang tersebut dan menggunakannya untuk kebutuhan rumah tangga? Atau... barangkali saya ingin menggunakannya untuk mendaftarkan haji bagi saya dan istri. Saya dengan mantap memilih opsi kedua. Saya memang butuh uang itu. Namun saya yakin, dengan menggunakan uang tersebut untuk mendaftar haji, akan jauh lebih berkah dan Allah akan makin melapangkan rezeki saya di kemudian hari. Di samping itu, saya juga bahagia apabila dapat berhaji bersama dengan istri di usia yang insyaAllah nantinya belum terlalu tua.

“Orang-orang yang mengerjakan ibadah haji dan ‘umrah adalah tamu-tamu Allah, Allah memberi kepada mereka apa yang mereka minta, dan Dia mengabulkan semua do’a mereka; kemudian Dia akan mengganti semua harta yang mereka belanjakan untuknya, satu dirham menjadi sejuta dirham.” [HR. Baihaqi]

Membuka Tabungan Haji

Ada banyak pihak yang memiliki program Tabungan Haji. Kebetulan kakak ipar saya baru saja membuka Tabungan Haji di BRI Syariah. Kami pun bersilaturrahim ke rumahnya sambil tanya-tanya. Sepertinya di BRI Syariah prosesnya mudah dan cepat.

Berikut ini beberapa Fasilitas/ Keunggulan Tabungan Haji BRISyariah iB:
- Setoran awal ringan mulai Rp 50.000,-
- Setoran berikutnya minimal Rp 10.000,-
- Bebas setiap saat menambahkan saldo
- Gratis biaya administrasi bulanan
- Dapat bertransaksi di seluruh jaringan Kantor Cabang BRISyariah secara online
- Gratis Asuransi jiwa dan kecelakaan
- Bagi hasil yang kompetitif
- Pemotongan zakat secara otomatis dari bagi hasil yang Anda dapatkan
- Transaksi Online dengan SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) untuk kepastian porsi keberangkatan haji
- Kemudahan dalam merencanakan persiapan ibadah haji Anda
- Dapat dibukakan untuk anak-anak
- Tersedia pilihan ibadah Haji Reguler dan Haji Khusus untuk mendapatkan porsi keberangkatan

Sementara untuk Syarat dan Ketentuannya sbb:
- Melampirkan fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk)
- Melampirkan fotokopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
- Melampirkan fotokopi Kartu Keluarga (untuk pembukaan bagi anak-anak)

Info tersebut juga dapat dijumpai di http://www.brisyariah.co.id/?q=tabungan-haji-brisyariah-ib

Sepulangnya dari rumah kakak ipar, istri saya dengan penuh semangat langsung mengajak saya untuk membuka Tabungan Haji di BRI Syariah Jl.Margonda Raya Depok. Hari itu Rabu, 20 April 2016, kami tiba di BRI Syariah KCP Depok Margonda dalam suasana yang sedikit gerimis. Pas sekali, kami menjadi customer terakhir tepat sebelum bank ini tutup. Kami bertemu dengan CS bernama Lolita.

Formulir yang Harus Diisi Saat Membuka Tabungan Haji BRISyariah iB.

Ini pertama kalinya kami menjadi nasabah BRI Syariah. Mbak Lolita cukup baik dalam membantu kami menjelaskan aneka hal. Mulai dari kelebihan Tabungan Haji BRISyariah iB, syarat dan ketentuan, hingga buku tabungan berhasil dibuka. Ternyata prosesnya memang cepat dan mudah.

Istri Saya Saat Serah Terima Buku Tabungan Haji BRISyariah iB.

Alhamdulillah, kami telah membuka Tabungan Haji. Uang dari asuransi jiwa Ayah saya langsung saya transfer ke rekening saya dan istri. Esok harinya kami pun bergegas ke Kemenag Depok yang berlokasi di Grand Depok City untuk mengurus pendaftaran Haji. Kami tak ingin menunda-nunda agar lekas mendapat nomor porsi. Alhamdulillah saat itu kami langsung mendapat nomor porsi untuk 17 tahun lagi... Semoga Allah menyampaikan usia kami hingga hari keberangkatan tiba, dan semoga kami dapat ke Baitullah dalam kondisi terbaik.

Anda ingin berhaji? Bila mampu, SEGERAKAN. Bila belum mampu, NIATKAN dan yakin bahwa Allah yang akan MEMAMPUKAN.

"......Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (QS. 65: 2)

"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu;" (QS. 65: 3)

"....Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. 65: 4)

Kamis, 04 Februari 2016

Ayo, Gerakkan 'Mau Bertanya' Sebagai Wujud Aktif Membangun Negeri

"Malu bertanya, sesat di jalan. Banyak nanya? malu-maluiiin..."

Ungkapan tersebut yang merupakan pelesetan dari suatu peribahasa nampaknya tak asing di telinga aku, kamu, dia, mereka (sebut saja: kita semua). Sebenarnya tak ada yang salah dengan bertanya. Yang salah itu, kalau sudah malu bertanya, eh malah nyasar pula di jalan (terus tetap gengsi ngakuin kalau kesasar).


Malu Bertanya vs Mau Bertanya

Saya itu aslinya orang yang pendiam dan pemalu. Bisa dibayangkan, dengan pribadi yang seperti itu, rasanya wajar bila saya merasa malu bertanya, apalagi ke orang yang belum dikenal.. plus pakai bahasa Inggris pula (wow). Namun, sebuah pengalaman mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang mau bertanya, apapun kondisinya.

November tahun lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi Negeri Merlion. Bukan dengan travel, tapi lebih ke backpacker, karena saya ingin mencari pengalaman berpetualang di negeri tetangga dengan lebih leluasa.

Backpacker ke Singapore pada November 2015

Haha... seorang pendiam dan pemalu mencoba untuk backpacker, apa jadinya? Tentunya HARUS MAU BERTANYA. Apalagi, sebagai seorang muslim, saya tak bisa sembarang icip makanan.

Perpaduan budaya Melayu, Cina dan Arab menjadikan Singapore sebagai kawasan yang kaya akan kuliner. Namun, tak semua jenis makanan boleh dikonsumsi oleh seorang muslim. Itu sebabnya, setiap hendak menggoyang lidah dengan aneka kuliner khas tersebut, saya harus mau bertanya tentang kehalalannya.

Tak hanya urusan makanan saja, tapi sebagai seorang backpacker newbie yang baru pertama kali ke luar negeri, saya pun harus mau bertanya pada orang di jalan mengenai arah, lokasi, dsb. Di tempat baru, tanpa pengalaman, dan uang pas-pasan, jika malu bertanya yang ada ya sesat di jalan, nyasar, bahkan mungkin ga akan pulang-pulang (hiiy...).


Generasi yang Mau Bertanya

Ilustrasi Peran Media Sosial dalam Kehidupan Manusia (Sumber: wronghands1.wordpress.com)

Dengan makin berkembangnya zaman, terjadi pula perubahan pada pola kehidupan manusia. Generasi yang hadir saat ini telah dicekoki aneka teknologi digital. Bahkan mereka mungkin tak dapat membayangkan bagaimana di era 90-an orang menggunakan Pager atau chatting di kelas dengan secarik kertas (uhuk.. sorry agak lebay).

Gen Y, generasi yang terlahir di era dunia digital, pergaulan media sosial, dan kecepatan informasi, umumnya tumbuh sebagai sosok yang kritis, dinamis dan mau bertanya. Walau tak sedikit pula yang masih malu-malu (tapi mau) bertanya, namun kecanggihan gadget/ piranti saat ini memang membuat setiap orang setidaknya mau bertanya, "bagaimana cara menghidupkannya?". Aktivitas "bertanya" mungkin tak harus dilakukan dengan tatap muka langsung, karena di "dunia datar" ini interaksinya telah terjembatani oleh media sosial.

Dahaga akan informasi dapat tertuntaskan hanya dalam hitungan detik. Tak peduli perbedaan geografis maupun waktu, media sosial telah membuat sebuah perubahan baru dalam hidup manusia. Bank Negara Indonesia (BNI) nampaknya memahami perubahan yang terjadi.


Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan

Mau Bertanya Nggak Sesat di Jalan. Tagline dari BNI yang merupakan pengembangan dari peribahasa "Malu Bertanya Sesat di Jalan" ini memiliki makna yang begitu dalam bagi pembangunan negeri ini. Bayangkan, hanya dengan "mau bertanya", kita dapat tumbuh berkembang menjadi insan yang lebih berkualitas. Tapi dengan "malu bertanya", bisa jadi membawa kita pada kemunduran dan ke-blunder-an. 

Jika Indonesia memiliki sosok-sosok calon pemimpin masa depan yang berkualitas, tentunya ini akan menjadi harapan baru bagi generasi mendatang untuk merasakan kehidupan yang lebih baik. Semua hal yang kita rasakan saat ini dimulai dari sebuah pertanyaan. 

"Apakah manusia dapat terbang?"

"Bagaimana cara mengirimkan suara saya ke pulau seberang?"

"Apakah kamu mau menjadi ibu dari anak-anak kita?"

"Bagaimana cara membuat screenshot di smartphone ini?"

Ada sebuah contoh mudah dalam kehidupan sehari-hari yang belum lama saya alami. Beberapa waktu lalu, saya melihat info Kompetisi Blog BNI. Waktu saya cek tata caranya, saya sempat menyangka bahwa kontennya itu tentang pengalaman kita dalam "mau bertanya". Namun karena kompetisi ini sudah menjelang deadline sehingga saya putuskan untuk bertanya langsung ke akun Twitter @BNI46 dan memperoleh jawaban yang benar (untungnya saya mau bertanya, coba saya malu bertanya, wew...)

Screenshot Interaksi dengan Akun Twitter @BNI46 yang Cukup Tanggap

Nah, dari interaksi dengan akun Twitter @BNI46 tadilah saya kemudian tahu ada fitur baru bernama #AskBNI. Saya pun mengecek Direct Message (DM) Twitter dan melihat panduan untuk memanfaatkan fitur baru ini.


Apa Itu #AskBNI?

Daritadi saya mengulas tentang "Mau Bertanya", memang apa hubungannya dengan BNI? Bagaimana hubungannya dengan #AskBNI? 


"SAYA SENANG ANDA MAU BERTANYA" 


BNI mengajak kita semua, khususnya generasi muda untuk menumbuhkan kesadaran kita agar tidak malu dan ragu bertanya di manapun, kapanpun dan tentang apapun. Untuk menumbuhkan kesadaran ini, BNI telah menyediakan suatu fitur di Twitter bernama #AskBNI yang memungkinkan kita untuk mendapatkan aneka informasi lengkap secara cepat.



Foto Peluncuran Fitur #AskBNI (Sumber: Akun Twitter @BNI46)

Seperti pada paragraf pembuka tulisan ini di atas, nampaknya BNI memahami betul kebutuhan generasi muda sekarang. Di era digital ini, siapa yang tak memiliki akun media sosial? Ibaratnya, informasi tentang seluruh dunia telah berada di genggaman jemari dan kita bawa kemana-mana dalam aktivitas sehari-hari. Media sosial ini telah menjembatani jutaan orang (atau lebih) yang mau bertanya hingga mereka mendapatkan jawabannya.

BNI pun bekerja sama dengan Twitter Indonesia guna meluncurkan fitur #AskBNI. Tujuannya untuk memudahkan para nasabah muda agar dapat dengan cepat memperoleh informasi seputar BNI. Peluncuran #AskBNI ini berlangsung pada Rabu (2/12) lalu, dan dihadiri oleh Anggoro Eko Cahyo, Direktur Consumer dan Retail BNI serta Roy Arnold Simangunsong, Country Business Head Twitter Indonesia. (Sumber Berita: Optimalkan Interaksi dengan Nasabah Muda, BNI Luncurkan Tagar #AskBNI )


Ayo, Gerakkan 'Mau Bertanya' Dimulai dari #AskBNI



Video Berita Seorang Wanita Menghancurkan Mesin ATM yang Menelan Kartu ATM-nya (Sumber: YouTube) 

O-M-G! Gara-gara kartu ATM-nya tertelan, wanita tersebut menghancurkan si mesin ATM!! Nggak gitu juga kali, tapi kalau suatu waktu kartu ATM BNI-mu tertelan mesin ATM, mending tanyakan dulu solusinya pakai fitur #AskBNI.


Bagaimana cara mengaktifkannya? Saya senang Anda mau bertanya.



Screenshot Cara Daftar #AskBNI - Bag.1

Setelah following akun Twitter @BNI46 dan memperoleh sebuah Direct Message, kamu cukup me-reply dengan format: 


#daftar #nama_lengkap #nohandphone


Contoh:

#daftar #Andi_Waluyo #62213456789


Screenshot Cara Daftar #AskBNI - Bag.2

Setelah daftar, kita akan memiliki akses untuk memanfaatkan fitur ini kapanpun dan dimanapun. Berikut ini ada sebuah ilustrasi bagaimana memanfaatkan fitur #AskBNI ketika Buku Tabungan BNI kita hilang:






Selain dapat membantu kita ketika kartu ATM tertelan mesin atau Buku Tabungan hilang, #AskBNI bisa apa lagi ya? Saya senang Anda mau bertanya.

Dengan mengirim pesan #HelpBNI, kita dapat melihat semua keyword yang dapat digunakan dalam fitur #AskBNI:



Nah, gampang banget kan! Sebagai fitur yang memang dirancang bagi segmen Gen Y, #AskBNI memiliki beberapa kelebihan:

  • Simpel: Fitur yang user friendly, memudahkan siapapun untuk menggunakannya kapanpun dan dimanapun;
  • Cepat: Begitu kita kirim pertanyaan, biasanya dalam waktu 2 detik saja sudah muncul jawabannya;
  • Tanggap: Fitur ini sangat responsif dalam memberikan tanggapan atas pertanyaan kita secara lengkap;
  • Ekonomis: Kita dapat mengaksesnya dengan memanfaatkan konektivitas internet, bahkan bisa secara gratis karena banyak WiFi gratis pula dimana-mana.

Dengan "Mau Bertanya", wawasan kita jadi bertambah luas serta arah kita pun jelas. Dengan "Mau Bertanya", kita akan memperoleh jawaban (dan tidak mati penasaran). Dengan "Mau Bertanya", kita telah berperan aktif dalam meningkatkan kualitas diri, karena kalau bukan kita yang membangun negeri ini, maka siapa lagi?

Jadi,

"Ayo, kita gerakkan 'Mau Bertanya' sebagai wujud aktif membangun Negeri"


Nah, daritadi kita ngobrol panjang lebar mengenai "Mau Bertanya" dan #AskBNI, tapi apakah kamu sudah mendukung gerakan ini dengan menjadi nasabah BNI?

Sudah Punya Tabungan BNI?




Bicara mengenai BNI, saya sendiri sudah sekitar 12 tahun menjadi nasabahnya. Dulu pertama buka rekening BNI ketika awal masuk kuliah di IPB (yang anak IPB wajib ninggalin komen!), sekitar tahun 2003. 

Saya senang menjadi nasabah BNI karena aneka prosesnya mudah dan saya juga dapat melakukan transaksi via SMS Banking. Sudah 5 tahun saya menekuni profesi yang bergelut di dunia media sosial. Dengan hadirnya fitur #AskBNI ini, jadi kian mempermudah aktivitas saya, apalagi terkait langsung dengan spesifik bidang pekerjaan saya.




Tapi itu tadi kan dari sudut pandang saya saja. Sebenarnya apa sih keuntungan menabung di BNI?



Wuih, benar kan ada banyak keuntungannya! 

- Kita bisa melakukan setoran dan  penarikan tunai secara online di seluruh Cabang BNI terdekat. 
- Setoran dan penarikannya pun bisa melalui e-channel: BNI ATM (Automatic Teller Machine), CDM (Cash Deposit Machine) yang tersebar di seluruh Indonesia!! 
- Kita sebagai nasabah juga akan memperoleh fasilitas Kartu Debit BNI, layanan e-banking melalui channel BNI ATM, BNI Phone Banking, BNI SMS Banking, BNI Internet Banking dan BNI Mobile Banking. 
- Dan pastinya, kini dengan hadirnya fitur #AskBNI, jadi memudahkan kita untuk bertanya aneka hal seputar BNI kapanpun dan dimanapun.

Itu belum cukup? Saya senang Anda mau bertanya.


BNI juga punya aneka program undian berhadiah. Yaa.. siapa tahu kamu termasuk salah satu yang beruntung.



Sekarang, kalau kamu tertarik untuk membuka Taplus (Tabungan Plus) BNI, caranya gampang ko. Kita coba cek via #AskBNI yuk:


Kalau usiamu masih berkisar 15 - 25 tahun, mending pakai Taplus Muda saja:



Jadi, ayo kita bersama-sama menjadi pribadi yang "Mau Bertanya". Kita manfaatkan juga fitur #AskBNI ini dengan sebaik-baiknya.



"Ayo, Mau Bertanya Nggak Bakal Sesat di Jalan Deh" 

Terima Kasih sudah berkunjung ^^ Jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya ;) Follow juga akun Twitter/Instagram @miftahoke
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service