Aku Berbatik, Kalau Kamu?

Guru Bahasa Jepang di sana serta teman-teman dari negara lain turut memuji keindahan baju batik Indonesia.

Logo Superman dari Masa ke Masa

...ternyata Logo Superman telah mengalami banyak perubahan dari masa ke masa.

Ketika "Dementor" Muncul...

Sahabat, tahu film Harry Potter? Dalam film tersebut, terdapat satu tokoh yang disebut Dementor. Siapakah Dementor itu?

Tips Menulis Blog Berkualitas

Thinking out of the box karena blog bukanlah sebuah karya tulis ilmiah maupun berita koran...

Trik Membuat Avatar Animasi untuk Twitter

Walaa.. this is it, sebuah file animasi karyamu sendiri ^^ tinggal di-upload ke Twitter deh.. Have fun with it.

Bismillaahirrohmaanirrohiim.. Assalamu'alaikum.. Welcome to Miftahul's Blog -To Be Like a Sun-

TO BE LIKE A SUN

Assalamu'alaikum. Salam hangat... Selamat datang di blog saya yang sederhana ini. Blog ini berisi seputar pengalaman pribadi, opini, info, karya lomba, dsb yang mungkin dapat bermanfaat. Terima kasih atas kesediaannya meluangkan waktu 'tuk singgah walau sejenak. Jangan lupa ninggalin jejak ya ^^



Tampilkan postingan dengan label dunia islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Juni 2016

Berhajilah, Allah Yang Akan Memampukan

Ka'bah (Foto: Rizki Amalia).

"Labbaika Allahumma labbaik.. Labbaika laa syariika laka labbaik. Innalhamda wan-ni'mata laka wal mulk, laa syariikalak..."

Kami ingin memenuhi panggilan-Mu ya Allah... Mampukanlah kami... Kuatkanlah kami... Teguhkanlah kami...

Kan pasti mengalir air mata ini, andai dapat kutatap rumah-Mu...

Muslim mana yang tak ingin menunaikan Rukun Islam ke-5? Berhaji merupakan impian bagi segenap mukmin di seluruh penjuru dunia. Menjadi Haji Mabrur, menapakkan kaki selangkah lebih dekat menuju Jannah-Nya. Tak jarang, untuk mencapainya orang pun sampai menabung tahunan atau bahkan rela berhutang.

Berhaji memang tak sekadar suatu perjalanan menapaki Tanah Suci. Di sinilah kiblatnya umat muslim berlokasi. Tempat berkumpulnya jutaan muslimin/at dari berbagai penjuru dunia untuk bermunajat mengharap ridho Ilahi. Sekaligus jejak perjalanan religius Nabi Ibrahim as dan Rasulullah SAW akan tersusuri.

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ () فِيهِ آَيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آَمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

"Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." (QS.3:96-97)

Niatkan Berhaji, yuk...

Namun tak semua orang sudah memikirkan untuk berhaji di usia mudanya. Banyak yang masih terlebih dahulu memprioritaskan untuk memiliki hunian maupun kendaraan. Tak terkecuali saya, seorang hamba yang penuh khilaf serta alfa.

Sebagai seorang pemuda yang tahun ini baru menginjak usia 30 tahun, saya merupakan karyawan swasta yang telah membangun keluarga kecil dengan satu orang anak. Kami tinggal di rumah orang tua saya. Istri saya bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga, sehingga segala keperluan dan kebutuhan rumah tangga bergantung pada penghasilan bulanan saya.

Penghasilan saya tidaklah seberapa, bahkan rasanya sulit untuk menyisihkan sedikit sekadar untuk tabungan bulanan. Rasanya wajar, bila dalam posisi begini yang saya pikirkan adalah bagaimana menabung untuk membeli sebuah rumah sederhana. Siapa yang tak ingin memiliki rumah sendiri, tinggal di dalamnya, dan membangun keluarga bahagia?

Tahun 2015 ternyata menjadi tahun yang cukup berat, karena saya harus merelakan Ayah saya dipanggil menghadap-Nya. Beliau telah berjuang melawan gagal ginjal dan harus cuci darah selama 13 tahun. Alhamdulillah, pada tahun 2008 silam, walau kondisinya tak sehat namun beliau dapat menunaikan ibadah Haji bersama Ibu saya.

Menjelang hari terakhirnya, beliau sempat berpesan pada kami, agar selagi masih muda kami dapat mengusahakan untuk berhaji. Jangan sampai WAKTU membuat kami melalaikan perintah Haji di masa kelapangan rezeki maupun kesehatan fisik kami. Ya, terkadang ketika kita memiliki rezeki lebih, maka yang pertama kita pikirkan adalah bagaimana untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan serta papan... sementara untuk Haji dinomor sekiankan. Padahal, umur siapa yang tahu? Sekalinya kita menggunakan rezeki lebih tersebut untuk memenuhi kebutuhan duniawi, maka akan datang lagi kebutuhan yang lainnya, demikian seterusnya, kecuali kita memiliki niat yang teguh untuk berhaji.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: “’umrah yang satu dengan ‘umrah berikutnya adalah penghapus dosa yang dilakukan antara masa keduanya, sedangkan haji mabrur balasannya tiada lain adalah surga.” (HR. Al-Bukhari, nomor hadits: 1773)

Setahun sudah sejak sepeninggal Ayah kami. Entah mengapa, istriku begitu bersemangat untuk berhaji. Padahal kondisinya, saya tak yakin memiliki cukup uang untuk mendaftar Haji. Tapi, hei... untuk sekadar membuka Tabungan Haji saja bisa dengan uang sekadarnya. Lain halnya kalau kita ingin mendaftar untuk mendapatkan nomor porsi Haji dari Kemenag yang membutuhkan tabungan minimal Rp.25Juta/orang.

Akhirnya kami pun meniatkan untuk berhaji, dimulai dari membuka Tabungan Haji terlebih dahulu dan dengan uang seadanya saat itu. Belum sempat rencana itu terealisasi, tiba-tiba saya mendapat kabar dari Ibu saya bahwa asuransi jiwa Ayah saya telah cair. Ibu saya pun mengajak saya ngobrol, bahwa Eyang saya yang di Jogja sangat ingin pergi Haji. Usianya sudah sangat sepuh, sehingga yang memungkinkan hanya melalui ONH Plus.

Ibu saya pun menawarkan, apakah saya bersedia menjadi pendamping Eyang saya dan menggunakan dana asuransi bagian saya untuk itu. Karena Eyang saya cukup sepuh, sehingga kemungkinan masa tunggu Hajinya hanya sekitar 3 tahun. Saya saat itu kaget campur haru. Namun dalam hati ada sedikit keraguan karena saya jadi tidak bisa berhaji bareng istri... Ya, saya bagai mendapat durian runtuh, rezeki yang tak disangka-sangka datangnya, dan rasanya sulit apabila saya harus membuat Tabungan Haji lagi dari awal untuk 2 orang. Namun istri saya ikhlas, ia sampai menangis haru bahagia merelakan saya untuk mendampingi Eyang. Ia berkata, bahwa saya tak perlu membuat tabungan untuk 2 orang, cukup ia sendiri saja, bahkan ia pun juga akan berjualan kue untuk menambah Tabungan Haji.

Beberapa hari kemudian, Ibu saya menyampaikan suatu kabar. Ternyata untuk menjadi pendamping Haji itu harus anak sendiri, sedangkan saya adalah cucu. Saya tak tahu apakah harus sedih atau lega... Di satu sisi, saya sedih karena rencana haji yang awalnya 3 tahun lagi menjadi diundur hingga puluhan tahun. Di sisi yang lain, saya lega karena memiliki waktu yang cukup untuk bertobat dan memperbaiki diri sambil berdo'a agar dipanjangkan usia.

Ibu saya kembali menanyakan pada saya, apakah saya ingin mengambil uang tersebut dan menggunakannya untuk kebutuhan rumah tangga? Atau... barangkali saya ingin menggunakannya untuk mendaftarkan haji bagi saya dan istri. Saya dengan mantap memilih opsi kedua. Saya memang butuh uang itu. Namun saya yakin, dengan menggunakan uang tersebut untuk mendaftar haji, akan jauh lebih berkah dan Allah akan makin melapangkan rezeki saya di kemudian hari. Di samping itu, saya juga bahagia apabila dapat berhaji bersama dengan istri di usia yang insyaAllah nantinya belum terlalu tua.

“Orang-orang yang mengerjakan ibadah haji dan ‘umrah adalah tamu-tamu Allah, Allah memberi kepada mereka apa yang mereka minta, dan Dia mengabulkan semua do’a mereka; kemudian Dia akan mengganti semua harta yang mereka belanjakan untuknya, satu dirham menjadi sejuta dirham.” [HR. Baihaqi]

Membuka Tabungan Haji

Ada banyak pihak yang memiliki program Tabungan Haji. Kebetulan kakak ipar saya baru saja membuka Tabungan Haji di BRI Syariah. Kami pun bersilaturrahim ke rumahnya sambil tanya-tanya. Sepertinya di BRI Syariah prosesnya mudah dan cepat.

Berikut ini beberapa Fasilitas/ Keunggulan Tabungan Haji BRISyariah iB:
- Setoran awal ringan mulai Rp 50.000,-
- Setoran berikutnya minimal Rp 10.000,-
- Bebas setiap saat menambahkan saldo
- Gratis biaya administrasi bulanan
- Dapat bertransaksi di seluruh jaringan Kantor Cabang BRISyariah secara online
- Gratis Asuransi jiwa dan kecelakaan
- Bagi hasil yang kompetitif
- Pemotongan zakat secara otomatis dari bagi hasil yang Anda dapatkan
- Transaksi Online dengan SISKOHAT (Sistem Komputerisasi Haji Terpadu) untuk kepastian porsi keberangkatan haji
- Kemudahan dalam merencanakan persiapan ibadah haji Anda
- Dapat dibukakan untuk anak-anak
- Tersedia pilihan ibadah Haji Reguler dan Haji Khusus untuk mendapatkan porsi keberangkatan

Sementara untuk Syarat dan Ketentuannya sbb:
- Melampirkan fotokopi KTP (Kartu Tanda Penduduk)
- Melampirkan fotokopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
- Melampirkan fotokopi Kartu Keluarga (untuk pembukaan bagi anak-anak)

Info tersebut juga dapat dijumpai di http://www.brisyariah.co.id/?q=tabungan-haji-brisyariah-ib

Sepulangnya dari rumah kakak ipar, istri saya dengan penuh semangat langsung mengajak saya untuk membuka Tabungan Haji di BRI Syariah Jl.Margonda Raya Depok. Hari itu Rabu, 20 April 2016, kami tiba di BRI Syariah KCP Depok Margonda dalam suasana yang sedikit gerimis. Pas sekali, kami menjadi customer terakhir tepat sebelum bank ini tutup. Kami bertemu dengan CS bernama Lolita.

Formulir yang Harus Diisi Saat Membuka Tabungan Haji BRISyariah iB.

Ini pertama kalinya kami menjadi nasabah BRI Syariah. Mbak Lolita cukup baik dalam membantu kami menjelaskan aneka hal. Mulai dari kelebihan Tabungan Haji BRISyariah iB, syarat dan ketentuan, hingga buku tabungan berhasil dibuka. Ternyata prosesnya memang cepat dan mudah.

Istri Saya Saat Serah Terima Buku Tabungan Haji BRISyariah iB.

Alhamdulillah, kami telah membuka Tabungan Haji. Uang dari asuransi jiwa Ayah saya langsung saya transfer ke rekening saya dan istri. Esok harinya kami pun bergegas ke Kemenag Depok yang berlokasi di Grand Depok City untuk mengurus pendaftaran Haji. Kami tak ingin menunda-nunda agar lekas mendapat nomor porsi. Alhamdulillah saat itu kami langsung mendapat nomor porsi untuk 17 tahun lagi... Semoga Allah menyampaikan usia kami hingga hari keberangkatan tiba, dan semoga kami dapat ke Baitullah dalam kondisi terbaik.

Anda ingin berhaji? Bila mampu, SEGERAKAN. Bila belum mampu, NIATKAN dan yakin bahwa Allah yang akan MEMAMPUKAN.

"......Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (QS. 65: 2)

"Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu;" (QS. 65: 3)

"....Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. 65: 4)

Rabu, 09 Mei 2012

Ketika "Dementor" Muncul...

Sumber gambar: movieprints.co.uk

Terkadang ucapan kita tajam, walaupun mungkin maksud kita sebenarnya baik. Terkadang orang yang kita ajak bicara pun tersakiti, walaupun mungkin pesan dari kita itu kita rasa sebagai hal biasa. Sahabat, tahu film Harry Potter? Dalam film tersebut, terdapat satu tokoh yang disebut Dementor. Siapakah Dementor itu? Ia adalah makhluk berwujud seram, berjubah hitam, dengan aura dingin yang membekukan, dan pekerjaannya menghisap kebahagiaan sasarannya. Manusia bukanlah Dementor. Tapi, dalam diri manusia, terdapat kecenderungan sifat untuk seperti Dementor itu. Kendati sebenarnya sederhana, namun sebuah "kata" dapat berubah menjadi seperti sosok Dementor.  Dementor hanya dapat dilawan dengan ketenangan dan kebahagiaan. Ketika Dementor muncul, maka yang pertama harus kita lakukan yakni tenang. Kemudian pikirkan aneka hal membahagiakan yang pernah kita alami. Dan yang terpenting, percaya diri! Tanpa hal-hal tersebut, maka Dementor dapat melalap impian, kebahagiaan dan kepercayaan diri kita bak semangkuk salad di sebuah restoran Pizza. Tapi sekali lagi, setiap orang berpeluang untuk memunculkan sosok Dementor itu. Sehingga, kearifan kita dalam berucap serta empati akan menjadi benteng cahaya agar sosok tersebut tak muncul. Semoga kita dapat menjadi pribadi-pribadi Penakluk Dementor.

Kamis, 02 April 2009

Hikmah Segelas Es Kelapa Muda

Humm.. slluurrpp.. tentu menyegarkan sekali bila dalam kondisi terik lantas kita menikmati segelas es kelapa muda apalagi kalau dinikmati dari buahnya langsung.

Dewasa ini rasanya hal yang lumrah bila kita menemukan es kelapa namun tak dapat dikatakan murni lagi karena airnya sendiri sudah tak terasa seperti air kelapa, entah karena sudah dicampur dengan gula, susu, pemanis buatan, pewarna, atau malah air mentah.

Namun, di suatu sudut Jakarta Selatan, tepatnya di kawasan Pejaten, Pasar Minggu (dekat kantor saya), terdapat sebuah warung bakso yang juga menyuguhkan es kelapa asli. Sejak pertama mencoba saya langsung nagih karena merasakan kesegarannya yang tidak dibuat-buat. Walau kadang kelapa yang digunakan sudah tua namun lidah saya sudah terlanjur ‘klop’ dengan panganan sana sehingga warung bakso itu menjadi salah satu tongkrongan favorit saya saat istirahat siang selain warteg dan RM Padang.

Subhanallah.. Allah telah menjadikan buah kelapa sebagai buah yang kokoh bergelantungan di pucuk pohonnya walau angin kencang, hujan, serta panas menerjang. Allah juga telah menyeimbangkan kulit luarnya yang keras dengan daging buahnya yang lunak ditemani oleh airnya yang menyegarkan dan menjadi incaran para ibu hamil. Sabutnya pun dapat dibakar atau dapat pula digunakan untuk membersihkan gigi.

“Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Q.S. 24:41)

Bayangkan, seandainya buah kelapa tidak bergelantungan dengan kokoh sementara ia berada pada pucuk pohon, tentulah sewaktu-waktu ia dapat terjatuh dan bisa jadi menimpa orang yang sedang lewat di bawahnya dengan telak. Seandainya kulit luar kelapa tidak keras, tentulah ia sudah koyak menghadapi angin yang hilir mudik.

“Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (Q.S. 16:11)

Semoga kita dapat belajar dari buah yang lezat ini. Istiqomah berada di jalan da’wah yang berliku lagi penuh dengan kerikil tajam yang goresan kecilnya saja dapat mengoyak kulit kaki kita. Semoga kita dapat menjadi pribadi yang tegar, kuat, serta tegas dalam perjuangan, namun tetap berhati lembut. Semoga tutur kata yang terucap maupun yang tertuang dalam bentuk tulisan bagaikan tegukan-tegukan air kelapa yang sejuk lagi menyegarkan bagi orang yang mendengar maupun membacanya sehingga orang lain pun merasa tenang dari lidah dan tangan kita. Semoga diri kita dapat mendatangkan manfaat sekecil apapun manfaat itu dimanapun kita berada.


Wallahua’lam

Selasa, 03 Juni 2008

Melihat dari Sudut Pandang Berbeda


Pada suatu hari ada seorang sahabat mengirimkan sebuah messages via Friendster ke saya yang berisi:

Pernah ga' ngerasa jadi orang paling bodoh satu dunia, ngerasa paling jelek rupa dan akhlaqnya satu dunia, ngerasa ga' di anggap satu dunia, ngerasa... pokoknya segala perasaan terjatuh, perasaan yang buat diri merasa bukan siapa-siapa dalam satu dunia.... perasaan yang bertentangan dengan hawa nafsu berupa "kesombongan"...

Coba rasakan hidup pada titik terendah "ke-AKU-an", jika kita masih merasa lebih berharga dari sebutir debu berarti kita tak kenal diri sendiri, dan oprang yang tak mengenal dirinya mana mungkin dapat mengenal orang lain, apalagi Rabb-nya sangat mustahil...

ketahuliah kita lebih hina dari sebutir debu, karena sebutir debu bisa jadi senantiasa berdzikir dalam pergerakannya, sedangkan kita...??? sadarlah kalo kita memang "BUKAN SIAPA-SIAPA"

Saat rasa itu semua timbul, hidup akan terasa ga' ada manfaatnya sama sekali.... percaya deh...

Yaa... Rabb, Yaa... Aziz Yaa... Ghofar, ampuni kami , kasihani kami Yaa... Arkhamarrohimin...


Lalu saya mencoba menanggapi dengan melihat isi messages tersebut dari sudut pandang yang berbeda dan saya jawab:

Sesungguhnya tiada seorang manusia pun yang pintar di dunia ini karena segala macam jawaban asalnya dari Dzat Yang Menciptakan otak ini untuk berpikir, mulut ini untuk menjawab, dan jari jemari ini untuk menulis.

Saya tidak pernah merasa paling jelek maupun paling tampan, tapi saya merasa bersyukur diciptakan dalam keadaan seperti ini karena inilah sebaik-baik rupa bagi saya karena begitulah menurut Sang Pencipta.

Bahkan seorang Rasulullah Saw. pun selalu mengucurkan air mata memohon ampunan-Nya, lantas apa yang membuat diri kita merasa berakhlaq baik? Karena Rasulullah Saw. sendiri pernah bersabda, "Tiadalah aku diutus, melainkan untuk menyempurnakan akhlaq".

Saya tidak merasa tidak dianggap karena sekalipun tidak ada seorang manusia pun yang memperhatikan saya, namun saya yakin bahwa Allah selalu memperhatikan saya sehingga di dunia ini saya selalu merasa dianggap oleh Allah SWT.

Perasaan terjatuh tentulah ada, namun saya jadi teringat sebuah lagu, "Kau genggam tanganku.. saat diriku lemah dan terjatuh.. Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku..", benar kawan, Dia-lah Sang Maha Sempurna ^_^

Sungguh manusiawi memiliki rasa sombong itu, itulah sebabnya sekalipun kunci syurga bertebaran dimana-mana, namun kadang diri kita sulit 'tuk melihatnya.. Astaghfirullah..
Tapi sifat sombong itu bukanlah sesuatu hal yang mustahil untuk dikikis.


Allah Swt sudah memperingatkan betapa berharganya nyawa seorang mukmin: "Siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya jahanam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutuknya serta menyediakan azab yang pedih baginya." (Q.S. An-Nisa: 93).

Ketahuilah kita diciptakan dari sesuatu yang hina menjadi sesuatu yang suci, namun kemudian lingkunganlah yang mengotori. Tiap orang sebenarnya dilahirkan dalam keadaan suci, namun orangtuanyalah yang menjadikan ia seorang Nasrani, Yahudi, dsb. Saya yakin Allah punya maksud tersendiri mengapa manusia diciptakan dengan kemampuan untuk berpikir dan saya pun yakin bahwa sebutir debu pun tidak kan berpindah tempat kecuali atas seizin Allah SWT.

Tiap sesuatu di dunia ini diciptakan pasti ada manfaatnya karena Allah tidak menciptakan sesuatu dengan kesia-siaan, hanya kadang kita memang perlu berusaha 'tuk mencari tahunya.

"Ya Allah, jadikanlah dalam hati kami cahaya dan lidah kami cahaya dan penglihatan kami cahaya dan di hadapan kami cahaya dan di atas kami cahaya dan di bawah kami cahaya. Ya Allah berikanlah kepada kami cahaya."


Wallahu'alam bishshowab

Minggu, 11 Mei 2008

Kukejar surgaNya dengan Menikah....

.... Karena pernikahan bukanlah
berusaha mencari pasangan yang cocok bagi kita,
melainkan kita berusaha menjadi pasangan yang cocok bagi sesiapa pun dia. (Izzatul jannah, dkk)

Untaian kata-kata itu jelas sekali maknanya, jika pernikahan bukanlah ajang pencarian jodoh yang sesuai dengan kriteria yang kita inginkan, yang cocok dengan kita, dan pernikahan juga bukanlah hanya pertemuan antara laki-laki dan wanita dalam pelaminan, hamil, punya anak dan mendidik mereka. Tapi esensi dari pernikahan sangat dalam karena didalamnya ada suatu ikatan yang begitu magnetis dengan 2 komponen yang menarik dan mengikatnya erat.

Jikalah hanya sekedar ingin mencapai bahagia
Janganlah menikah…………

Sebab menikah berarti…..
Berani menerima perbedaan
Berani memikul beban berat
Berani mengambil tanggung jawab besar

Pernikahan bukan hanya sekedar bahagia, karena kebahagiaan tidak akan ada jika kedua komponen tidak ada visi dan misi yang sama dalam membentuk suatu ikatan. Seberat apapun beban yang menimpa, sesulit apapun kehidupan, dan sebesar apapun perbedaan kala menjalani kehidupan bersama jika sudah mengetahui apa arti dari pernikahan, maka akan bertemulah keduanya. Pernikahan berarti bertemunya dua kubu yang berbeda, idealisme, perasaan, keinginan, dan perbedaan itulah yang menjadi ikatan itu begitu erat karena didalamnya ada keterbukaan, saling memahami perbedaan yang ada dan kerjasama membuat solusi tuk menjadikan perbedaan itu sebagai indahnya pernikahan yang dijalani.

Pernikahan menjadikan ketidaksempurnaan menjadi sempurna karena didalamnya juga ada saling melengkapi, Allah swt menciptakan manusia berpasang-pasangan dan Dia tidak memberikan pasangan atau jodoh yang sempurna untuk kita, tapi pasangan yang dapat saling melengkapi diantara keduanya karenaNya.
Jikalah hanya sekedar ingin mencari bahagia
Sudah dari dulu aku melangkah

Tapi, tidak…..
Sebab bagi ku………
Menikah menghendaki proses terbaik
Terbaik saat berniat hanya karena-Nya
Terbaik dalam detik-detik penantian takdir
Terbaik saat menjalani proses pernikahan
Terbaik saat mengarungi rumah tangga
Dan terbaik saat bertemu dengan-Nya

Sebab bagi ku….
Menikah bukan hanya mengejar bahagia
Namun bersama mengejar surga-Nya.

Raihlah surgaNya dengan menikah...
Dan kejarlah surgaNya bersamanya...
seorang pendamping hidup yang diberikan Allah swt untukmu.....

Oleh: Shabra Al-Aeshah, Mei 2008 (http://kurnitasari.blogspot.com)

Hidayah~Nya Anugerah Terindahku


Kok ga’ dicopot mba jilbabnya?apa ga panas, Kata adikku. Sepulang dari ikut pesantren kilat yang diadakan di sekolah, aku memang sengaja tidak langsung melepaskan jilbab yang aku kenakan entahlah aku merasa nyaman mengenakannya.
Ga’ papa!!!mang kenapa?keliatan tambah maniskaaan??jawabku sambil tersenyum dan mengibaskan ekor jilbabku kearahnya.
Huh….pede banget sih!ejek adikku sambil memonyongkan bibirnya kedepan lalu ngeloyor pergi ke kamarnya.

“5 hari yang lalu aku ditunjuk sebagai perwakilan dikelasku tuk mengikuti pesantren kilat di sekolahku. Entahlah mengapa aku langsung mengiyakan ketika guru agama menunjukku waktu itu, padahal aku paling takut dan males kalo’ waktu pelajaran agama islam soalnya aku paling bego’ ga ngerti apa-apa tentang agamaku sendiri. Shalat aja masih bolong-bolong, magrib shalat, isya kebabalsan nonton tv, subuh kesiangan, dhuhur dugem ma temen-temen, ashar tidur siang.

Setelah beberapa hari aku mengikuti pesantren kilat, ada sedikit perubahan dalam diriku. Aku merasa diri ini banyak banget dosanya, entahlah mungkin bank-bank akherat yang ada ga bakalan muat nampung semuanya (wah kok hiperbolis banget nih!) Jadi sedih kalo’ inget yang diomongin ma bapak itu, pak ustad kalo’ ga salah panggilannya.

Katanya sih, “Kita di dunia cuma sekedar singgah, sedangkan tempat yang kekal adalah akhirat nanti jadi perbanyakalah amalan di dunia ini sebagai bekal kita di akhirat kelak”
Boro-boro beramal banyak, shalat aja masih bolong, masih suka bo’ong ma bonyok (bokap nyokap), puasa ramadhan puasa piring kata orang jawa sih pagi-pagi dah pegang piring alias sarapan (he5x). Dan masih banyak kejelekku lainnya.

Tapi aku pengen jadi anak sholehah kata pak ustad doa yang didengar ma Allah, doa anak shaleh dan surga tempat orang-orang yang banyak amalan baiknya.
Dengan pertimbangan yang membuat aku pusing, bingung n nyepi selama beberapa hari tuk membuat suatu keputusan yang super big dan kalo’ aku ambil berarti harus ada perubahan dalam diriku.

Bismillah….Setelah aku pertimbangkan masak-masak, aku mantapkan hati tuk mengenakan jilbab ini seterusnya. Akhirnya kuutarakan keinginanku pada bokap.
Pa…aku mau pake jilbab kataku dengan penuh kemantapan.
Siang itu kami sedang duduk-duduk santai di teras depan rumah.
Papa memandangku dengan tajam, aku jadi takut melihatnya dan aku tudukkan pandanganku kebawah sambil memegang ujung jilbabku yang sudah kukenakan sekarang.
Mang ga’ ribet pake jilbab?nanti aja kalo’dah kuliah, tanggung sekarang kan dah kelas 3 tinggal 1tahun lagi. Lagian sama aja pake jilbab atau enggak kata papaku dengan enteng.
Tapi…pa? Aku mau pakenya sekarang ga’ mau pas kuliah nanti, lagian sama juga pake sekarang atau besok-besok bantahku dengan suaraku parau dan hampir menangis tapi aku tahan karna aku ga’ mau menangis dihadapan papa.

Dan tekadku dah bulat tuk pake’ jilbab sekarang, kata temenku yang ada dirohis sekolah Aku dapet hidayah dari Allah karena hidayah datangnya tidak tentu waktunya, dan jika kita mang dah siap maka lakukanlah. Subhanallah begitu erat ukhuwah ini andai aku tau sebelumnya, aku dulu tidak akrab dengan anak2 rohis, kuanggap mereka agamanya baik, karena aku tidak faham aku menjauh dari mereka dan bergaul dengan temen2 gank yang sukanya hanya nonjolin gaya. Alhamdulillah aku mulai akrab dengan kelompok rohis sekolah, padahal aku paling anti banget yang namanya organisasi palagi tentang agama.

Pagi ini dengan penuh percaya diri dan tekad yang bener-bener aku pergi kesekolah tuk pertama kalinya mengenakan jilbab, meskipun awalnya rada-rada ga’ pd n takut kalo’ temen-temen bakalan lari kalo’ ngeliat penampilanku. Tapi lagi-lagi aku inget apa yang dikatakan pak ustad yang bisa menguatkan hati ini.
Hari ini aku nampak seperti orang asing disekolah, tapi alhamdulillah aku bersyukur pada Allah ternyata banyak temen-temen rohis yang mengucapkan selamat padaku, aku jadi seperti artis dadakan (he2, astagfirullah) mereka menyalamiku sambil cipika-cipiki alis cium pipi kanan dan pipi kiri., Aku jadi tambah pd dan rasa was-was ku lenyap seketika.

“Hey, ada ninja lewat ni!!kata temen2 cowok disekolah. Hiiii…………serem kata temen-temen cowok lain menimpali.”
“Hati-hati aja! Ntar malem bakalan gw satroni rumah loe!!kataku dengan cuek.” Sebenernya sebel juga sih dibilangin ninja mang aku ninja hatori “mendaki gunung, lewati lembah” lho kok jadi nyanyi ni! Tapi ga’ papa yang penting ga’ mendaki gunung, lewati jurang, kan bisa langsung dead tuh! n kalo’ amalannya ga’ banyak kan bisa gawat tar masuk neraka. Wah.! Kalo yang itu nambah serem, mending jadi ninja daripada masuk neraka, maksudnya ninja yang auratnya terbalut pakaian muslimah.

Aku sangat bersyukur pada Allah karna telah memberiku teman-teman yang baik, seragam sekolah yang aku kenakan setiap hari kesekolah, merekalah yang memberikan karna waktu itu aku ga’ mau meminta pada ortu soalnya takut dilarang tuk mengenakan hijab ini. Awal pake jilbab memang ribet soalnya belum biasa, tapi aku tetep nyaman. Dulu sebelum pake jilbab, setiap pulang sekolah pasti digodain ma preman kampong tapi sekarang jarang. Mereka kalo’ menggoda paling ngucapin assalamu’alaikum btw itu malah baik bukan???

Kecantikan
Tidaklah terbalur pada setangkup
Wajah
Melainkan……..
Adalah kilau benderang
Di kedalaman Qalbu

Kadangkala
Rantai jauh lebih mulia daripada kalung
Karenanya….
Tidaklah semua yang dirantai
Adalah yang tertindas dan hina

Kendati ada yang sanggup
Memborgol tanganku
Dan mengunci kakiku.
Bahkan sekalipun mampu
Mencampakanku ke dalam
Lorong kerangkeng yang gulita
Tetapi ingatlah…
Takkan ada yang berhasil
Membelenggu pikiranku
Karena Dia sungguh sangat bebas
Dan berarti bagiku

Itulah sepenggal kisah perjalanan awalku tuk mencari makna hidup, arti cinta yang sesungguhnya yang belum dan sangat awam sekali yang aku rasakan selama ini, tapi subhanallah begitu besar cintaNya padaku hingga Ia memberikan petunjuk mana yang harus aku lalui karena hidayahNya adalah Anugerah terindah dalam hidupku hingga ini. Tuk muslimah-muslimah yang subhanallah begitu sempurna Allah swt menciptakan, diberi kecantikan, sifat yang lembut, dll yang semua itu semata-mata agar kita bersyukur kepada Penciptanya, salah satunya dengan menutup aurat yang semua itu demi menjaga diri kita dari mata-mata yang tidak layak untuk melihatnya.
Seorang muslimah, diperintahkan untuk menutup auratnya ketika keluar rumah atau menjumpai ikhwan yang bukan mahramnya, yaitu dengan mengenakan pakaian syar'i yang dikenal dengan jilbab atau hijab. Namun dalam kenyataan masih banyak di antara para muslimah yang belum mau memakainya. Ada yang dilarang oleh orang tuanya, ada yang beralasan belum waktunya atau nanti setelah lulus sekolah dan segudang alasan yang lain. Mereka masih nyaman dengan pakaian yang tidak menutup auratnya, padahal apa yang ia lakukan sangat tidak diridhoi oleh Allah, seperti firman Allah, “Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyenangi sesuatu padahal ia tidak baik bagimu.” (Qs.Al-Baqarah:216)

Yakinkan hatimu dan mintalah petunjuk dariNya atas apa yang menjadi keinginanmu dalam meraih surgaNya, akan ada banyak ujian yang nantinya menerpa tapi ingatlah Allah swt tidak akan memberi ujian yang melampui batas kemampuan hambaNya dan sebaik-baik penolong adalah Sang Maha Pemberi Pertolongan.


Oleh: Shabra Al-Aeshah, 8 Mei 2008 (http://kurnitasari.blogspot.com)

Berikan surgaMu untuk mereka......

Aku kelu...tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutku
Lidah ini terasa beku seperti ada bongkahan es yang menyelimutinya, dingin...
Mataku nanar..memandang sajadah yang bergambar masjid
Kosong... ya hanya kosong itu yang kurasakan
Buliran air matapun tak kuasa jatuh membasahi pipiku dan jatuh disajadahku
Seakan hancur bendungan kokoh yang dibangun
Pecah...tumpah...dan mengalir deras tanpa bisa dicegah
Aku menangis...menangiskah aku, tapi untuk apa aku menangis???
Untuk cinta yang hanya semu belaka???
Untuk sesuatu yang bukan milik kita???
Dan untuk sesuatu yang sudah menjadi takdirNya???
Bodoh...hatiku menjerit...berontak.... tak tahan melihat tingkah lakuku
Inikah yang selama ini kau ketahui tentang CINTA???hati berkata
Semua ini milikNya, dan akan kembali padaNya juga, “hati berkata lagi
Sekali lagi aku hanya bisa diam seribu bahasa seperti dijahit juga mulut ini, dan kali ini hujan air mata semakin deras, tidak hanya buliran tapi sudah menjadi aliran yang membanjiri wajahku...dan membasahi mukenahku
Ku hentakan nafas ini yang semakin sesak didada
Kuhirup dalam-dalam udara agar paru-paruku yang terhimpit terbuka lebar
Kutengadahkan kepalaku, kuangkat tanganku dan berdoa padaNya
“Allah...Engkaulah Maha Pencipta atas apa yang ada dialam ini
Engkaulah pemilik semua ini, kapanpun Kau mau Kau bisa mengambilnya...
Ya tentu saja Kau pemilik ayah dan ibuku yang kucintai yang telah Kau ambil dariku dari keluargaku...
Ku mohon berikan surgaMu untuk mereka...surga terindah seperti yang mereka ceritakan padaku sebelum TakdirMu menjemput mereka, Amin.

Shabra Al-Aeshah, 10 Mei 2008 (http://kurnitasari.blogspot.com)
Tuk seorang akhwat, sabarlah dlm menghadapi ujian dariNya. Yakinlah ada suatu hikmah dibalik semua itu.

HIDUP MULIA, ATAU MATI SYAHID!!!

Semua terasa asing……
Ketika tangan-tangan yang lelah membeku tak lagi disentuh
Oleh kehangatan
Mimpi-mimpi apakah yang bisa menembus wajah-wajah yang mencari alasan tuk bersembunyi???

Apakah kebisuan yang sanggup melawan kekalahan???
Ketika kehancuran dinyatakan dengan senyum tolol!!
Betapa berat kematian ketika mereka tidak membungkus mayat-mayatmu dengan kain kafan
Atau tidak ada yang bisa menemukan kuburmu!!

Apakah engkau akan diam dalam kebisuan???
Ya hanya diam tanpa ada perlawanan nyata!!!
Ketika tangan-tangan mereka merobek-robek hatimu,
menginjak-injak kepalamu bahkan meludahi wajahmu
Bodoh!!!jangan pernah tenggelam dalam kebodohan
Maju!!! Tundukan setiap kezaliman yang ada
Jangan takut, syahidmu adalah surga~NYA.


Oleh: Shabra Al-Aeshah, 6 Juli’05 (http://kurnitasari.blogspot.com)

Minggu, 27 April 2008

Mungkinkah Kita Telah Terlupa?

Negeri yang Terluka
Album : Berderap di Jalan yang Panjang
Munsyid : Izzatul Islam

Awan kelam pun bergumpal meninggi
Payungi indahnya khatulistiwa
Namun hanya kegelapan yang hadir
Membawa kedukaan tak jua reda

Hamparan ketaqwaan bentangi bumi
Ingin dilumatkan tirani hina
Di sana negeri muslim telah terluka
Semoga Allah tetap berkahi

Makar pun lingkari indahnya negeri
Tambahkan kesengsaraan yang tak hilang
Namun janji Allah datanglah pasti
Kembalikan cahaya surya nan cemerlang

Hamparan ketaqwaan bentangi bumi
Ingin dilumatkan tirani hina
Di sana negeri muslim telah terluka
Semoga Allah tetap berkahi

Cahya di sana tersebar kemilaunya
Dari balik wajah cerah nan berseri
Telah kudengar deru gemuruh suara
Takbir tlah meninggi di sana

Ayolah kawan bina tali ukhuwah
Tegakkan bersama cahya Al-Qur'an
Jangan hanya dengan keluh dan kesah
Sambutlah syahid tujuan

Hari demi hari makar pun bicara
Lemparkan ke setiap sudut kehidupan
Peluh campur debu darah penuh mesiu
Menghiasi wajah negeriku yang membisu

Nasyid ini menjadi salah satu favoritku dan sering menjadi teman perjalanan saat aku tengah mengarungi jalan raya dengan bebek besiku. Apalagi ketika langit terlihat mulai dipenuhi oleh awan kelabu yang semakin lama makin menghitam oh.. rasanya bagaikan tengah berada di medan perang sembari membayangkan ada suara takbir dari berbagai penjuru. Acap kali air mata ini tak mampu ku bendung tatkala mendengarkannya.

Yup, lagu ini turut berperan dalam penjagaan diriku. Penjagaan akan keimanan. Penjagaan akan nilai-nilai ukhuwah. Penjagaan akan ghiroh perjuangan menegakkan panji Islam yang saat ini hanya segelintir orang masih memperjuangkannya namun ku yakin suatu hari nanti Islam kan kembali berjaya. Kawan, apakah engkau telah lupa ataukah diriku yang tengah terlupa? Semoga Allah tetap membimbing diri kita 'tuk selalu berada di jalan-Nya.

Selasa, 08 April 2008

Hadapi Hidup dengan Senyuman

Sahabat, setiap saat setiap waktu diri kita selalu diuji. Terkadang ujian yang diberikan sama namun cara tiap2 orang dalam menanganinya yang berbeda.

Ada yg menanganinya sambil mengeluh, sambil menangis, sambil marah2 (tp klo dah parah mpe marahin org2 di sekitarnya :P ), ada yg grasak grusuk yg penting beres (atw lebih tepatnya terlihat beres - sekedar u/ menenangkan batin), dll. Tp diantara beraneka ragam cara yg berbeda itu, aku setuju dengan pendapat bahwa ada satu cara yg paling menyenangkan dalam melewati ujian seberat apapun, yaitu dengan menggerakkan bibir kita 2 cm ke kiri dan 2 cm ke kanan, just like this: (^_^) karena hidup tuh sepenuhnya adalah ujian.

"Apakah manusia mengira mereka dibiarkan saja mengatakan, ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?" (Q.S. 29: 2). 


"Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya..." (Q.S. 2: 286). 

Seperti yg kamu jalani di masa sekolah/perkuliahan ini aja. Semakin banyak ilmu yg kamu dapat di bangku sekolah/perkuliahan maka ujiannya pun akan semakin berat tapi pasti dapat kamu atasi coz tidak ada masalah yg tanpa jawaban. Hanya terkadang rentang waktu menjawab persoalan2 itu yg berbeda2. Ada yg cepat, tp ada juga yg lamanya ga ketulungan.

Ketika kamu merasa gagal menghadapi ujian hidup, sebenarnya itu bukanlah kegagalan. Itu hanyalah sebuah jawaban yg belum lengkap, dan dibutuhkan waktu untuk menemukan jawaban lebih baik dan melengkapinya.

Hidup memang akan terasa berat jika kita hanya bersandar pada kaki lemah kita, coz hanya ada satu sandaran kuat yg sanggup menopang kita, yaitu Dzat Yang Memiliki segala yg ada di dunia, coz Dia juga-lah yg memberikan soal2 ujian kita.

Ketika kita punya tujuan hidup yg jelas maka tinggal memikirkan langkah untuk meraih tujuan itu dan merealisasikannya. Sebagai contoh: Naruto ingin menjadi seorang Hokage, maka sekalipun ia harus mati demi membela teman2nya dan meraih tujuannya itu ia rela. Nobita ingin menghidupkan Doraemon kembali, maka ia yg tadinya pemalas dan bodoh akhirnya rela mati2an belajar dan menjadi juara kelas hingga akhirnya menjadi pintar dan dapat menghidupkan Doraemon kembali (komik Doraemon episode terakhir). Nabi Muhammad Saw demi mempertahankan tegaknya Islam dan kebenaran janji Allah, rela mempertaruhkan dirinya dengan 300 orang pasukannya di bulan puasa untuk melawan 1000 orang pasukan Quraisy bersenjata lengkap dan berhasil memenangkan peperangan wlo secara logika tidak mungkin 300 orang dpt menang melawan 1000 orang.

So, hadapi hidup dengan senyuman karena permasalahan itulah yg menandakan bahwa diri kita masih hidup ^_^ InsyaAllah 'kan terasa lebih ringan. Akhir kata, semoga dirimu senantiasa dipermudah oleh Allah dan yakinlah sahabat, seperti kata salah seorang sahabatku dari Fakultas Perikanan, "Seorang nelayan tangguh tidak terlahir dari samudera yang tenang". Atau seperti kata salah seorang teman pengajianku, "Para PAHLAWAN SEJATI hanya percaya SUKSES, sebab kegagalan hanyalah USAHA yang belum berjodoh dengan TAKDIR. Antara MIMPI dan REALITAS hanya terpisahkan oleh WAKTU."

Selasa, 12 Februari 2008

2 Ciri Orang Sombong


Pada suatu hari, aku sedang bersama dengan seorang sahabatku, tiba-tiba dia bertanya padaku, "Akh, antum dah tahu mengenai 2 ciri orang sombong?" "belum, mang apaan?" "ciri2nya tuh bila orang tersebut tidak mau mendengarkan nasehat orang lain atau dia meremehkan orang lain".

Itulah sekelumit kalimat bijak dari sahabatku. Subhanallah, aku sungguh beruntung memiliki seorang sahabat seperti ia.. Bagiku ia adalah wasilah dari Allah sehingga diriku ini dapat belajar dan terus belajar 'tuk memperbaiki diri dari waktu ke waktu
Aku sungguh takut bila tanpa sadar kesombongan telah menjalar ke sekujur tubuhku tanpa kusadari.. seakan teringat ketika Allah mengatakan, "..dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong.." seolah mengatakan klo mau sombong boleh aja tp jangan berpijak pada ciptaan-Nya, jangan pula menghirup udara dari-Nya, dan jangan makan apa2 yg telah dipelihara-Nya.

Dicaci memang sakit namun dipuji justru terkadang lebih menyakitkan karena tanpa disadari kadang pujian kecil pun dapat menyirami benih2 kesombongan dan bila itu terjadi yg ditakutkan adalah bila Allah kan mengambil Karunia-Nya dari orang tersebut karena kesombongannya.

Pujian sesungguhnya adalah yang dikembalikan pada Allah, karena kebaikan yang didapat maupun dihasilkan oleh seseorang itu tentulah tak lepas dari campur tangan Allah dari balik layar namun yang kerap terjadi secara tanpa sadar dengan mata telanjang kita melihat bahwa orang itulah yang hebat.. Astaghfirullah

Ini merupakan pemahaman diriku yg masih dangkal ini berkaitan dengan kesombongan. Sungguh, bila ada kata-kata yang benar maka di situlah Allah merangsang otakku sehingga menggerakkan jari jemariku tuk merangkai aneka kata. Namun bila terdapat hal-hal yg masih jauh dari kebenaran, maka itu berasal dari nafsu pribadiku selaku insan biasa, mohon dengan sangat tuk dimaafkan :-)

Kepada semua teman2ku.. aku mohon dengan sangaaaat 'tuk memaafkan segala kesalahanku terutama atas kesombonganku.. aku yakin diri kita ini adalah insan-insan yang di anugerahi salah satu Asma Allah, Al 'Afuww (Yang Maha Pemaaf), sehingga manusia pun memiliki sifat saling memaafkan :-)
Wallahu'alam bishshowab


Minggu, 10 Februari 2008

Aku Mau Makan.. Ku ingat Kamu...


Aku Mau Makan.. Ku ingat Kamu...
Aku Mau Tidur.. juga Ku ingat Kamu...
Aku Mau Pergi.. Ku ingat Kamu...
Oh Cinta...

Subhanallah, sekembalinya dari tanah suci, rupanya Maia Estianty menciptakan lagu religi 'tuk dinyanyikan bersama dg rekan duetnya dalam Duo Maia, menyusul Andra and The Backbone dengan "Sempurna"-nya.
Ga tanggung-tanggung, topik yg dibawakan adalah tentang cinta..yup cinta.. tp bukan sembarang cinta ^_^ simak aja lirik ini..

Aku Mau Makan.. Ku ingat Kamu...(minimal baca Bismillah.. atau diteruskan, "Allahumma baariklana.. dst..)

Aku Mau Tidur.. juga Ku ingat Kamu...(minimal baca Bismillah.. atau diteruskan, "Bismika Allahumma Ahya.. dst..)

Aku Mau Pergi.. Ku ingat Kamu...(minimal baca Bismillah.. atau diteruskan, "Bismillahittawakaltu.. dst..)

Oh Cinta... (Karena Engkau-lah Satu Cinta sehingga mau ngapain aja selalu teringat akan-Mu duhai Dzat Yang Sempurna dan Satu-satunya Ilah)

Hayoo.. siapa yg ngebaca ini en tadinya mikir klo yg sy maksud tuh cewe?? hehe.. kena deh lo :P

Minggu, 03 Februari 2008

Hidayah...


Mudah ia datang...
Mudah pula ia pergi...
Bisa datang kapan saja dimana saja...
Bisa pergi kapan saja dimana saja...
Siapapun bisa saja mendapatkannya...
Tidak semua orang bisa mendapatkannya...
Itulah mengapa ia begitu mahal hingga amat sayang bagi yg telah memperolehnya 'tuk kemudian melepasnya begitu saja...
Itulah mengapa tidak semua orang bisa memperolehnya karena hak untuk memberikan hidayah itu hanya milik Allah saja...

Beruntunglah orang yang mendapatkannya kemudian menjaganya...
Merugilah orang yang mendapatkannya kemudian melepaskannya...

Aku yakin bahwa hidayah itu sungguh mahal dan takkan terbeli oleh kekayaan dunia...
Aku yakin Allah membuka kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk mendapatkannya...

Sabtu, 02 Februari 2008

Siapa yang Pantas Disebut Ikhwan/Akhwat?


Ikhwan dan Akhwat. Kata2 yg berarti laki-laki dan perempuan dalam bahasa Arab.

Kini seolah-olah telah mengalami penyempitan makna sehingga terkesan kata “ikhwan” tuh untuk laki-laki yang ikut pengajian, anak Rohis gitu deh. Ciri-ciri umumnya sih biasanya melihara jenggot, pakaiannya ga neko-neko, pake parfum yg ditetesin en non alcohol, celananya pun ga jauh melebihi mata kaki, kadang di jidatnya ada bekas kehitaman tanda sering bersujud, raut wajahnya pun teduh. Mungkin seperti itulah seseorang yg menyandang gelar SI. alias Sarjana Ikhwan. Biasanya sih sang ikhwan suka ngerasa belum pantas disebut ikhwan karena merasa masih banyak kekurangan.

Sementara orang yang bergelar SA. alias Sarjana Akhwat biasanya diidentikkan dg perempuan yg ikut Rohis. Ciri-ciri umumnya biasanya berjilbab lebar, pake manset, pake kaus kaki, pake pakaian yang agak longgar, pakai rok n biasanya didobelin lg ma celana panjang buat jaga2, betul2 tertutup pakaiannya. Biasanya sih sang akhwat suka ngerasa belum pantas disebut akhwat karena merasa masih banyak kekurangan.

Lantas siapa dong yg pantas disebut ikhwan atau akhwat?

Seakan istilah itu hanya diperuntukkan bg mereka yg telah betul2 matang dg keagamaannya, bukankah hal tsb malah dpt menimbulkan keeksklusifan? Setiap orang sebenarnya berhak untuk memiliki predikat ikhwan or akhwat atau akhi or ukhti sekalipun orang tsb bukanlah anak Rohis, tidak berjenggot, belum berjilbab, dsb karena pada dasarnya tiap muslim itu bersaudara so qta bisa manggil saudara laki2 qta dengan panggilan ”akhi” atau ”akhuna”. Tp, memang hal tsb masih tabu bagi sebagian orang terutama buat yg belum biasa mendengarnya. Hanya jangan sampai hal ini malah mengeksklusifkan anak2 Rohis dengan gelar2 tertentu coz itu adalah salah satu upaya syiar Islam dengan mengenalkan istilah2 Islam dan bahasa Arab.

Saya juga sempat geli mendengar istilah ”ikhwan/akhwat jadi-jadian”. Mungkin berubahnya pas bulan sabit kali ya? Coz bulan purnama dah diambil ma serigala jadi-jadian. Menurut saya sih ga ada yg namanya ikhwan/akhwat jadi-jadian, yg ada tuh dia ikhwan/akhwat beneran cuman mungkin karena situasi hati or keimanan manusia yg fluktuatif sehingga membuatnya demikian. Belum lagi faktor X seperti lingkungan or orang-orang di sekelilingnya.

Segini dulu deh...

Wallahu’alam bishshowab

Jumat, 01 Februari 2008

Bahkan Hujan pun Turut Serta dalam Menguji Keimanan


Hari ini hujan turun deras sekali dari sekitar pukul 8 tadi. Mungkin hujan penghabisan kali ya, coz di penghujung musim hujan n mo ganti ke kemarau.

Menjelang sholat jum’at ternyata hujan bukannya mereda malah menggila. Untung di rumah da payung, so abis mandi langsung deh payungan ke masjid deket rumah (sebenernya ga deket2 amet sih).

Biasanya tuh telat dikit aja sy langsung ga kebagian tempat di masjid, jadinya sholat di anak tangga luar masjid deh. Tp kadang karena kebiasaan orang Indonesia yg agak aneh (bagi sy) seperti nyari tempat duduk seenaknya sehingga dari luar keliatannya dah penuh sesak padahal di depan tuh shaf-nya belang bonteng (mungkin nyari tempat buat tidur yg enak tp ga ketauan org banyak kali ya? Ups..ga boleh su’udzon!) makanya sy dg muka tebel nyelak aja ke depan, syukur2 dapet tempat di shaf ke-2.

Tp, pas td ngeliat kondisi hujan yg lumayan mengerikan sy sempet ngrasa males jg ke masjid (astaghfirullah..), untungnya Allah ngingetin sy dg sebuah kisah dimana ada orang buta yg meminta izin pd Rasulullah agar diberikan keringanan sehingga ia dapat sholat di rumah saja dan tdk berjamaah di masjid. Lalu Rasulullah pun bertanya apakah suara adzan-nya terdengar dr rumahnya dan ia jawab terdengar, maka Rasulullah pun berkata bahwa ia harus sholat di masjid. Yup, dr situ sy ngambil ibroh, bahkan orang buta pun disuruh sholat di masjid, apalagi sy yg dalam keadaan sehat walafiat en cuman terhalang ma hujan aja.

Akhirnya sy siap2 berangkat en walopun dah pake payung, sy tetap bawa jas hujan buat antisipasi klo sy ga dapet tpt duduk di dalam masjid, coz dalam kondisi biasa aja orang pada berebut dpt tempat di dalam, apalagi dalam kondisi hujan, siapa sih yg mau sholat di luar? Sy sendiri blm tau gimana jadinya klo harus sholat di luar, tp sy serahin semuanya ma Allah aja-lah.

MasyaAllah, ternyata masjidnya kosong, euy! Bila disusun rapi, mungkin jamaahnya hanya 6-7 shaf aja (sekitar ¼ dr biasanya). Yup, sy pun dpt tpt di shaf ke-3 n pas sholat di shaf ke-2. Entah orang2 yg biasanya memenuhi masjid kini kemana. Mungkin mereka sholat di tempat lain tp yg pasti qta kudu husnudzon.

Pas berangkat td cuman lengan kiri sy aja yg basah. Eh, pulangnya ternyata hujan belum juga mereda, akhirnya wlo dah payungan tp baju ma celana sy tetep basah2 juga.

Di jalan sy kaget banget coz tau2 nemu lele ga cuma 1-2 tp ada kali sekitar 5-6, anehnya deket situ kan ga da empang coz di jalanan kompleks, tp mang ada selokan sih.


Sempet kepikiran buat bawa pulang en ngegoreng tp sy inget kisah seorang pemuda yg sedang dalam perjalanan dan menemukan buah yg terbawa arus sungai, karena lapar ia lalu memakannya. Ia pun merasa bhw itu bukanlah haknya untuk itu ia harus izin ma pemiliknya. Maka disusuri-lah sungai itu hingga ia menemukan pohon berbuah sama dg yg ia makan, da ditemuilah pemiliknya seraya meminta keikhlasan atas buah yg telah dimakannya itu. Namun, pemiliknya baru mau mengikhlaskan bila pemuda tersebut rela bekerja padanya selama sekian tahun. 

Akhirnya pemuda itu pun menyetujui. Hingga pada suatu hari, sang pemilik pohon td mengatakan pd pemuda itu bahwa ia akan mengikhlaskan buah tsb asalkan pemuda itu mau menikahi putrinya yg buta, tuli, dan lumpuh. 

Hmm..terang saja pemuda tsb jadi bimbang, apalagi ia masih bujangan dan tiba2 harus menikah dg org yg buta, tuli, dan lumpuh. Tp karena ia yakin pada Allah dan takut akan hisab di hari kemudian dikarenakan ia memakan apa yg bukan haknya, akhirnya disetujuilah ide pernikahan itu. 

Tak disangka tak diduga.. ternyata ketika malam pengantin yg ia dapati adalah seorang gadis cantik jelita, dengan mata indah nan menawan. Tentu saja dia kaget setengah mati dan takut menikahi orang yg salah. 

Sang pemilik pohon pun menjelaskan bahwa itu memang anak gadisnya dan ia memang buta dari segala hal2 yg dilarang untuk dilihat, ia pun tuli dari mendengarkan sesuatu yg tidak disukai Allah, dan ia pun lumpuh jika harus menuju ke tempat maksiat.

Subhanallah.. itulah sepintas lamunanku tp kulanjutkan saja perjalanan pulang dengan meng-azzam-kan dalam hati bahwa lele2 itu bukanlah hakku. Bismillah..masih banyak makanan di rumah yg lebih halal ’tuk ngisi perut en ga syubhat.

Anak Rohis Kudu Jilbaber or Jenggoter?

Foto: Dok. Pribadi

Sekalipun sudah banyak buku yang membahas mengenai bagaimana jadi anak Rohis yang gaul, nge-fren ma Islam, jilbab bukan halangan, dll tapi bagi sebagian masyarakat nampaknya memang telah tersugesti bahwa cewek2 yang mo ikutan Rohis seolah-olah kudu harus berjilbab gede, so buat yang belum berjilbab belum pantes masuk Rohis atau yang cowok kudu berjenggot.

Salah besar!!! Setiap orang berhak ‘tuk mengenal Islam, man! Ga peduli apakah dia itu kaya-kurang kaya, ganteng/cantik-kurang ganteng/cantik dikit, tua-muda, jilbab gede-jilbab kurang gede-jilbab ngirit-belum berjilbab, Islam-non Islam, dan semua orang yang ada di belahan bumi utara-selatan-timur-barat, karena Islam merupakan agama universal yang mengatur kehidupan seseorang semenjak di dalam kandungan-dilahirkan-dewasa-meninggal-hingga saat dimintai pertanggung jawaban, semenjak mata ini melek-beraktivitas-merem-tidur-hingga melek lagi. Adapun setiap muslim sebenarnya adalah anggota Rohis secara tidak langsung hanya tidak semuanya menjadi pengurus.

Berjilbab bukanlah syarat untuk menjadi pengurus Rohis. Ga ada dalilnya ko kalo jadi pengurus Rohis tuh harus berjilbab. Tapi yang ada adalah kewajiban mengenakan jilbab buat perempuan yang udah dewasa.

Masalah udah dewasa atau belum tentulah tiap orang lebih mengetahui dirinya karena perubahan-perubahan yang mencolok dapat terlihat dan disadari oleh pribadi masing-masing. Masalah arti kata ”wajib” tentulah tiap orang yang berakal pun mengetahuinya, bahkan anak kelas 3 SD pun jika dibilang ia wajib piket usai sekolah InsyaAllah paham artinya.

Yup, sekalipun ada yang berdalih klo ia belum berjilbab karena belum siap maka apakah ia kan mengatakan hal yg sama bila nanti ditanya oleh Allah? Karena setahu saya sesuatu yang wajib untuk dikerjakan itu artinya mau ga mau, suka ga suka, siap ga siap ya kudu dilakuin. But, yg namanya hidayah tuh hak-Nya Allah aja sih, so qta sebagai sodara cuman bisa ngingetin. Hidayah itu mahal, man! En ga semua orang bisa ngedapetin, bahkan ada hadits yg mengatakan jika karena diri kita maka seseorang mendapatkan hidayah maka kita bagaikan mendapat unta merah dari Allah. Yup, it’s coz the price of hidayah is really really expensive, makanya buat yg dah dapet hidayah jangan sampe kelepas deh hidayah itu.

Buat yg cowok, menjadi anak Rohis pun ga berarti harus berjenggot coz yang namanya jenggot tuh merupakan rambut di dagu yang tumbuh karena hormon tertentu. Lah, kasian kan klo da orang yang jenggotnya ga numbuh2, apa lantas dia kudu make penumbuh rambut?! Jadi inget ma sobat saya yg usianya 2 tahun di atas saya. Waktu jenggot saya dah kemana-mana eh dia malah belum pernah numbuh sehelai pun :P Yup, itulah karunia Allah dan sy pun bersyukur karena dapat menjalankan salah satu sunnah Rasul.

FKRD-A (Forum Komunikasi Rohis Departemen Fakultas Pertanian) merupakan salah satu LDF (Lembaga Dakwah Fakultas) di IPB yang dapat membaur dan menghilangkan citra eksklusif anak-anak Rohis yang selama ini kerap terlihat hanya bergaul dengan sesama anak Rohis, yang berjilbab gaulnya dengan sesama jilbaber, yang berjenggot dengan sesama jenggoter (ssstt... jangan protes dulu, sy belum selesai cerita nih!).

Hal ini terbukti pada masa kepengurusan periode 2005/2006 di mana para pengurusnya ternyata tidak hanya terdiri dari para jilbab gede mania, namun banyak juga yang masih mengenakan jilbab gaul, celana jeans, bahkan belum berjilbab. Dan yang lebih unik lagi malah ada pengurusnya yang statusnya masih pacaran (tentunya bukan akhwat yang berjilbab gede dong). 


Bukan berarti pacaran sebelum nikah itu dibolehkan maupun direstui, atau mungkin mempertaruhkan nama baik Rohis, hanya saja memang ada tahap-tahapnya bagi seseorang untuk berubah, dan yang dapat kita lakukan sebagai saudara adalah menuntunnya dan bukannya menggurui atau men-judge terutama bila keinginan untuk mengenal Islam lebih dalam itu berasal dari dirinya sendiri. So, itu memang butuh waktu dan kesabaran. Dan tidak semua orang dapat mengubah dirinya langsung secara drastis layaknya Clark Kent yg tinggal ngebuka kemeja tau2 ngejelma jadi Superman.

Yang namanya hijrah tuh kan ga cuma satu waktu, misal pas daftar Rohis aja or pas pertama pake jilbab, or pas ber-azzam tuk totally change to sabilillah. But, hijrah tuh kudu dilakukan setiap saat setiap waktu en dari waktu yg satu ke waktu yg lain. Seperti kata Rasulullah, ”orang yang merugi adalah orang yang hari ini tidak lebih baik dari hari kemarin” (pesen ni terutama ditujukan buat diri sy). Apalagi yg Allah liat kan proses, ’tul ga?

Kesabaran pun membuahkan hasil. Ketika mengadakan acara terakhir pada periode kepengurusan itu, banyak yang ikut dan tidak hanya pengurus Rohis saja, bahkan yang non Islam ada yang ikut juga. Saat tiba acara sharing2 ternyata banyak para peserta yang mengakui kalo Rohis fakultas yang sekarang ini sudah tidak terkesan eksklusif dan terbuka bagi semua orang yang ingin mengenal Islam lebih jauh.. Subhanallah.. ini merupakan sebuah prestasi yang harus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Yup, Rohis mang selalu terbuka buat semua orang. Open Recruitment-nya pun sepanjang tahun. Dijamin rugi abis bis biiss... deh buat yang belom pernah ngerasain sama sekali Rohis tuh kayak gimana. Nah, buat yg dah nyusun BAB 1 alias Niat ya sok aja, nunggu apa lagi? nunggu disuapin? Intinya bukanlah seberapa gede jilbab kita or seberapa panjang jenggot kita tapi seberapa serius diri kita untuk berubah ke arah yang lebih baik dan mengejar cinta-Nya. 


Nah, klo diri kita sudah menemukan cinta sejati itu tentulah hal2 yg berkaitan dengan fisik pun akan mengikuti dengan sendirinya. Bagi yg cowok, karena kecintaannya pd Allah dan Rasul-Nya, maka akan mengikuti sunnah Rasul-Nya dengan memelihara jenggot dan kewajiban2 serta sunnah2 yg lain. Bagi yg cewek, karena kecintaannya pd Allah dan Rasul-Nya, sudah tentu akan malu sekali bila dah se-gede ini auratnya masih berkeliaran kemana-mana dan lekuk tubuhnya masih dapat dijelajahi oleh para pemirsa :P

Tapi, semua itu da prosesnya dan proses itu takkan jalan klo ga da kemauan. Ibaratnya ada 2 orang koki. Si A pintar masak, ilmunya banyak, bisa bikin kue apa aja, tapi karena ga mau masak akhirnya ga ada senampan kue pun jadi. Sementara si B yang belum bisa masak wlo dah belasan kali kursus en ngeledakin oven 4x, tapi karena ada kemauan akhirnya sedikit demi sedikit jadi deh kue itu, dan yg tadinya gosong terus diulang dan diulang akhirnya di dapatlah cita rasa yg ma’nyuuzz.. ^_^

Minggu, 20 Januari 2008

7 Kalimat yang Termasuk Kalimat Terindah di Dunia


1.Bismillaahirrahmaanirrahiim (bacalah ini ketika hendak melakukan sesuatu)

2.Alhamdulillah (bacalah ketika usai melakukan sesuatu)

3.Astaghfirrullah (bacalah ketika tanpa sengaja mengatakan sesuatu yang buruk)

4.Insyaallah (bacalah ketika hendak melakukan sesuatu pada masa yg akan datang)

5.Laahawlaawalaaquwwataaillaahbillah (bacalah ketika tidak dapat melakukan sesuatu yang agak berat atau melihat sesuatu yang buruk)

6.Innalillah (bacalah ketika menghadapi musibah atau melihat kematian)

7.Laailaahaillallah (bacalah sepanjang siang dan malam sebanyak-banyaknya. Amalkanlah selalu, semoga kita tergolong dikalangan orang yang terpilih oleh Allah)

Sebenarnya ini merupakan kiriman seorang teman dan terdapat kalimat "Barangsiapa yang hafal dan mengamalkan tujuh kalimat ini akan dimuliakan oleh Allah dan malaikat dan akan diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih di lautan.." Namun, karena sy sendiri belum tahu dalil maupun sumbernya, sehingga untuk masalah keyakinan sy serahkan pada Anda masing-masing. 

Jika diantara Sobat ada yg mengetahui sumber maupun dalilnya, tolong kirimkan via comment ke saya ya coz itu sungguh berarti untuk menghindari bid'ah2 yg mungkin dpt terjadi. 

But, klopun qta blm tau dalilnya tetap saja ke-7 kalimat ini termasuk kalimat terindah di dunia dan memang dianjurkan untuk membacanya dan yg harus qta yakini sebagai seorang muslim adalah Allah Maha Pengampun. Dosa sebesar gunung maupun sebanyak butir pasir di pantai pun dapat Allah ampuni, tergantung seberapa serius sang pendosa dalam memohon ampunan-Nya. Wallahu'alam bishshowab.

Jumat, 18 Januari 2008

Sebuah dialog dengan Allah


Coba deh pas lg baca Al-Faatihah sambil coba diartiin qta bayangin Allah tengah menjawab kalimat2 yg qta keluarkan:

Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
(Hambaku ingat kepada-Ku sebelum ia melakukan sesuatu)

Segala Puji hanya pada-Mu, Allah, Tuhan bagi semesta alam
(Hamba-Ku memuji-Ku)

Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Penguasa Hari Pembalasan
(Bagaimana mungkin Aku tidak mengasihi dan menyayangi seluruh hamba-Ku sementara Aku-lah Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Aku pula Yang Menguasai Hari Pembalasan, pasti Ku-balas seluruh amal baik hamba2-Ku ini)

Hanya kepada-Mu kami kan menyembah dan memohon pertolongan
(Tenanglah hamba-Ku, Aku pasti akan menolongmu walau tanpa kau minta)

Tunjukkanlah kami jalan-Mu yang lurus, jalan orang-orang yang telah Engkau Anugerahkan Ni’mat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) yang sesat.
(Hamba-Ku memohon pertolongan-Ku dan meminta petunjuk pada-Ku maka bagaimana mungkin Aku tidak menolong dan memberi petunjuk padanya. Sesungguhnya petunjuk-petunjuk dari-Ku ada dimana-mana, ada di setiap desahan nafas, desir darah, detik waktu, dan di mana pun ia berada).

Yup, kalimat2 itu qta bayangin aja coz sesungguhnya saat sholat itu adalah saat2 ketika qta sedang berdialog dan curhat pada Allah. Kalimat2 tsb sy pelajari wkt dulu ikutan ESQ tp sy lupa kalimat persisnya bagaimana. Mungkin dalam bayangan Anda akan lebih indah lagi hingga mampu mengeluarkan air mata. Wallahu’alam bishshowab

Sebuah Pesan


Jum'at, 18 Agustus 2008

Semalam pukul 20.20 WIB seorang sahabat yang sebentar lagi akan berangkat ke Jepang mengirimkan sebuah sms yang isinya mengingatkan untuk melakukan shaum sunnah 'Asyura 9-10 Muharram (18-19 Januari '08) dan bila menjalankan InsyaAllah akan diampuni dosa2 qta setahun yg lalu (Hadits Nabi Saw.)

Sebenernya saat itu aku dah terlelap karena ba'da maghrib aku telah tertidur. alhamdulillah sekitar pukul setengah 3 dini hari tadi aku terbangun dan membaca sms ini.
Oh..sungguh bahagia hatiku mengingat ada peluang untuk menghapuskan dosa2ku dan kembali membuka lembaran baru.

Huhuhu..padahal abis lebaran kemarin mo jd sosok yg lebih baik, tp ternyata tetep aja dosa2 itu dg mudah bertebaran. Kini ketika ada kesempatan emas untuk menghapusnya aku sungguh senang sekali.

Yup, Allah tuh mang Maha Pengasih, Maha Pengampun, Maha Bijaksana, & Maha Penyayang, ya!

Padahal manusia dah berkali2 maksiat-tobat-maksiat-tobat tapi tetep aja dibukakan pintu maaf selama ajal belum sampai kerongkongan.

Hanya masalahnya, manusia tidak ada yg tau kapan ajal tsb kan menghampirinya. Nah, klo tuh ajal datengnya pas lagi maksiat kan bisa berabe.

Syukron ya teman, telah mengingatkanku sebelum kepergianmu dan mungkin qta tak kan dapat jumpa lagi kecuali atas izin Allah. Hati2 di jalan. Jaga diri, hati, dan keimanan. I'll Miss U...

Prioritas Cinta




Sy lupa referensinya, tp dalam Islam, cinta (terutama prioritas cinta) dibagi menjadi 5, yaitu:

Cinta hakiki, cinta yang paling utama, cinta suci, cintanya orang bertaqwa.
Yup, cinta kepada Dzat Sang Sutradara sejati pemilik naskah terbesar Yang Mengatur jalannya langit beserta seluruh binaannya dan bumi beserta apa yang ada di hamparannya. 


Itu adalah cinta yang paling utama, sebaik2nya cinta, dan sebaik2nya sebab. Cinta yang teramat dalam, tak dapat diukur dengan dunia, sulit di definisikan dengan kata. Dzat Yang senantiasa mencurahkan cintanya pada qta walau terkadang qta mengacuhkannya. Dia-lah Sang Pencinta. Allahu Ghoyatuna.. Allahu Rabbul Izzati..

"Mencintai apa yang dicintai oleh Sang Pencinta merupakan bagian dari mencintai Sang Pencinta." Mencintai kekasih Allah yang menjadi suri teladan qta. Mencintai sosok manusia yang membuat air mata mengalir tatkala mendengar kisah hidupnya. ”Alangkah indahnya hidup ini, andai dapat kutatap wajahmu.. kan pasti mengalir air mataku, kerana pancaran ketenanganmu..” sebuah lirik nasyid oleh Raihan untukmu, kekasih Allah, untukmu, Yaa Rasulullah. Ar-Rasulu qudwatuna..

"Mencintai apa yang dicintai oleh Sang Pencinta merupakan bagian dari mencintai Sang Pencinta." Mencintai perjuangan dengan kesungguhan di jalan Allah. Menegakkan panji Islam. 


Melakukan sesuatu dari yang kecil2 bahkan terkesan sepele hingga hal2 besar yang menakjubkan, semuanya karena Allah. Jihad di jalan Allah..bersungguh-sungguh membela agama Allah..bersungguh-sungguh melakukan sesuatu karena Allah..Al-Jihadussabiluna..

Mencintai orang tua. Berbakti kepada kedua orang tua. Menjalankan perintah orang tua selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Birrul walidain..

Mencintai selain hal2 diatas (teman, saudara, bangsa, dll) diperbolehkan selama kadarnya tidak melebihi kecintaan kita kepada ke-4 hal sebelumnya.

*) Kalimat "Mencintai apa yang dicintai oleh Sang Pencinta merupakan bagian dari mencintai Sang Pencinta" dulu saya dapatkan ketika mengikuti salah satu dauroh, tp saya lupa dauroh apa dan siapa yang membuatnya.

Terima Kasih sudah berkunjung ^^ Jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya ;) Follow juga akun Twitter/Instagram @miftahoke
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service