Aku Berbatik, Kalau Kamu?

Guru Bahasa Jepang di sana serta teman-teman dari negara lain turut memuji keindahan baju batik Indonesia.

Logo Superman dari Masa ke Masa

...ternyata Logo Superman telah mengalami banyak perubahan dari masa ke masa.

Ketika "Dementor" Muncul...

Sahabat, tahu film Harry Potter? Dalam film tersebut, terdapat satu tokoh yang disebut Dementor. Siapakah Dementor itu?

Tips Menulis Blog Berkualitas

Thinking out of the box karena blog bukanlah sebuah karya tulis ilmiah maupun berita koran...

Trik Membuat Avatar Animasi untuk Twitter

Walaa.. this is it, sebuah file animasi karyamu sendiri ^^ tinggal di-upload ke Twitter deh.. Have fun with it.

Bismillaahirrohmaanirrohiim.. Assalamu'alaikum.. Welcome to Miftahul's Blog -To Be Like a Sun-

TO BE LIKE A SUN

Assalamu'alaikum. Salam hangat... Selamat datang di blog saya yang sederhana ini. Blog ini berisi seputar pengalaman pribadi, opini, info, karya lomba, dsb yang mungkin dapat bermanfaat. Terima kasih atas kesediaannya meluangkan waktu 'tuk singgah walau sejenak. Jangan lupa ninggalin jejak ya ^^



Tampilkan postingan dengan label menang lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menang lomba. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Januari 2013

Aku Berbatik, Kalau Kamu? (Juara II Lomba Blog)

Gambar 1. Membatik (Sumber: Dokumentasi pribadi)
"Aku berbatik." Lantas? 

Tentu "aku berbatik" bukanlah sekadar ungkapan yang terucap tanpa makna. Berbatik kini bukan lagi berbicara mengenai sandang ke kondangan saja. Lebih, dan lebih daripada itu, mulai dari daster hingga ke fashionable, dari kain hingga aneka aksesoris lain. 


Yup, batik kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia. Bahkan tak tanggung-tanggung, United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization (UNESCO) menjadikan batik sebagai warisan budaya dunia pada tanggal 2 Oktober 2009 yang hingga kini diperingati sebagai Hari Batik


Sekilas tentang batik


Batik, siapa tak mengenalnya? Mulai dari anak kecil hingga orang dewasa, aneka kalangan, PNS maupun pengusaha, mungkin hampir semua orang Indonesia mengenal batik. Coraknya yang indah dan khas telah menjadi salah satu penghantar bumi pertiwi ke kancah internasional. Tapi, apa sebenarnya "batik"?

Secara etimologi, batik berasal dari dua kata; "Amba" (menulis) dan "Titik". Namun, batik sendiri sebenarnya bisa mengacu pada dua hal; Pertama, batik adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Kedua, batik adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. (Wikipedia)


Dalam membatik, ada alat khas yang fungsinya untuk menuliskan pola batik dengan cairan malam, yakni Canting (dari bahasa Jawa: canthing). Canting umumnya terbuat dari tembaga dan menggunakan bambu untuk pegangannya (tapi kini sudah mulai digantikan teflon).


Gambar 2. Canting (Sumber: java.eyelid.co.uk) 

Batik memang khas, dan nampaknya selalu "renyah" untuk dibahas. Terlebih, dengan adanya "Hari Batik" setiap tanggal 2 Oktober. Sehingga rasanya, makin hari makin cinta dengan batik.


Batik pun berkelana


Sepertinya kecintaan terhadap batik tak terkungkung di negeri ini saja. Studi para pelajar Indonesia ke luar negeri, kerjasama dengan aneka negara, maupun adanya Kedutaan Besar di negara lain cukup berperan dalam mem-booming-kan batik di berbagai belahan dunia. 

Salah satu contohnya, dalam rangka Hari Batik 2012 yang lalu, aku menerima kiriman email beserta foto-foto dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abuja (Nigeria, Afrika) mengenai acara "Taste of Indonesia". Yaah.. kebetulan memang aku menjadi Editor untuk rubrik kiriman pembaca di salah satu media online nasional.



Gambar 3. Meriahnya event Taste of Indonesia di KBRI Abuja, Nigeria. (Sumber: KBRI Abuja/Republika Online)

Kegiatan "Taste of Indonesia" tersebut selain memperkenalkan kuliner Indonesia, juga turut memamerkan kerajinan tangan dan Batik Indonesia. Para pengunjungnya berasal dari komunitas diplomatik, expatriate, diaspora Indonesia dan masyarakat setempat. Beberapa di antaranya mengenakan pakaian Batik dan pernah berkunjung/ bertugas di Indonesia. 

Para pengunjung mengagumi disain, warna, bahan, motif kerajinan dan hasil/kreasi Batik Indonesia. Bahkan, beberapa pengunjung memaksa membeli koleksi yang dimiliki oleh Ibu-Ibu dan masyarakat Indonesia.

Selain kiriman dari KBRI Abuja, aku pun mendapat kiriman email untuk dimuat di rubrik kiriman pembaca dari Shofiyah Sakinah yang tengah studi di Jepang. Ia bercerita, bahwa di Sekolah Bahasanya ditetapkan hari Jum'at sebagai "Hari Batik". Guru Bahasa Jepang di sana serta teman-teman dari negara lain turut memuji keindahan baju batik Indonesia. 

Gambar 4. Nihongo gakkou Osaka (Sumber: Shofiyah Sakinah/Republika Online) 


Batik memang khas dan indah. Bahkan, Komisaris Kriya Batik Banten, Uke Kurniawan, pun mengungkapkan bahwa salah satu motif batik Banten yang dinamakan motif Datulaya telah menjadi motif terbaik dari 62 negara dalam suatu pengkajian. Berikut ini video mengenai motif batik terbaik:

Video 1. Motif batik terbaik.

Dari Indonesia hingga ke mancanegara, rasanya semua orang yang telah berinteraksi dengan batik pun tak dapat menyimpan kekaguman serta kecintaannya. Agak hiperbol memang, tapi setidaknya itulah yang saya tangkap dari cerita beberapa kawan di berbagai belahan dunia.

Mungkin rasa cinta itu pulalah yang menumbuh kembangkan batik, hingga sampai ke titik di mana dunia fashion cukup memperhitungkan kehadirannya. Terbukti dari diproduksinya aneka ragam produk batik, tak hanya kain, tapi juga melingkupi aksesoris, dsb. 


Aneka jenis produk batik

Produk batik kini tak lagi sekadar kain saja. Makin canggih dan berkembangnya dunia, batik pun seakan kian fleksibel mengikuti zaman. Hal ini terbukti dengan aneka produk batik baru yang kini mulai tampil ke permukaan serta banyak diburu orang. Berikut ini beberapa di antaranya:


Kini kebaya, khususnya kebaya batik, memiliki beragam varian. Dari model tradisional hingga modern, dapat kita jumpai di berbagai butik batik atau toko batik. Aneka warna yang digunakan pun begitu memikat dan tentunya akan menambah pesona diri Anda bila mengenakannya.



Gambar 5. Kebaya Batik (Produk: Kebaya Asimetri Tali Samping)

Anda bosan atau kurang cocok mengenakan batik berbahan katun? Tenang saja, karena ada blus sutra yang akan terasa nyaman ketika melekat ke kulit Anda.



Gambar 6. Blus Batik (Produk: Blus Sutra Salur Tali Pinggang)


Batik pun turut merambah ke ranah aksesoris/perhiasan. Selain memberi kesan etnik, desain-desain tertentu nampak menambah nilai keeleganan dalam tampilan si pemakai. 

Gambar 7. Kalung Batik (Produk: Parang Choker)

Butuh wadah untuk membawa barang atau sekadar tentengan? Tak ketinggalan, tas bermotif batik yang cantik dan unik dapat menemani perjalanan Anda.


Gambar 8. Kalung Batik (Produk: Abigail Pekalongan)

Kaki pun menjadi spot cantik dalam pelestarian batik dengan hadirnya sepatu bermotif batik. Selain nyaman dan kian menambah kepercayaan diri Anda, tentunya sepatu batik memiliki nilai kekhasan tersendiri yang menjadi point of view dalam penampilan si penggunanya.

Gambar 9. Sepatu Batik (Produk: Tokyo Batik Madura Pumps)

Sebenarnya, masih banyak lagi aneka produk batik lainnya. Bila Anda tertarik untuk memiliki sekaligus turut melestarikan batik, Anda cukup bergegas ke toko batik (butik batik) terdekat sebelum kehabisan.


Bahkan, kini dengan adanya kemajuan teknologi, Anda cukup menggerakkan jari jemari Anda untuk memesan aneka produk batik tersebut. Yup, toko batik online merupakan solusi Anda untuk belanja batik secara mudah.


Mengapa belanja batik online?


Di "dunia datar" ini, belanja online cukup marak dilakukan. Pun halnya dengan toko batik online, yang akan dengan mudah kita jumpai cukup dengan searching atau googling dengan kata kunci "toko batik", "batik online", "toko batik online", maupun kata kunci lainnya yang masih berhubungan.


Mengapa belanja batik via online? Bila memang bisa, mengapa tidak? Beberapa kelebihan belanja batik online di antaranya:


- Produk yang kita inginkan/butuhkan lebih mudah dicari karena ada katalog dan biasanya ada juga search engine;

- Tidak perlu capek keluar rumah dan terjebak macet;
- Buka 24 jam, kita tinggal order pesanan saja;
- Pembayaran dapat dilakukan tanpa perlu face to face (bertemu langsung);
- Belanja batik akan lebih ringkas, mudah dan menyenangkan;
- dsb.  

Mengapa "aku berbatik"

Tentunya, tiap orang memiliki alasan tersendiri mengapa ia berbatik. Kendati akan mungkin kita jumpai alasan yang sama, namun apa yang dikemukakan tiap orang bisa jadi unik dan berbeda. Berikut beberapa alasan mengapa "aku berbatik" dari hasil penelusuran sederhanaku via Twitter:







  1.  aq suka batik krn kalo pake batik, siapapun dn bgamnpun org tsbt,akn tlihat elegan. Batik itu pkaian yg mbuat spemakai trlihat ok


  2. Karena warisan budaya, unik dan adem dilihatnya ^^


  3.  menunjukkan klo saya cinta batik, walaupun hanya punya 2 :p hahahahaa


  4.  Baju batik biasanya saya pakai pas Jum'at / ke undangan. Aman dan ngga akan saltum untuk acara formal / semi formal.


  5. Salah satu yg paling kuat sih, tertera diperaturan seragam kantor hahaa:P  


  6. pake batik itu ga mati gaya, nambah PeDe jg :) 


  7. Salah satu bukti cinta Indonesia \(^▽^)/


  8.  Suka. Kalau aku pakai batik, batiknya jadi ikut cantik kaya aku, Oom Bos . .

Head of Information Division dari Taipei Economic and Trade Office, Tommy Lee, pun mengaku suka dan nyaman mengenakan batik, berikut ini videonya:

Video 2. Tommy Lee: Saya suka dan nyaman pakai batik.

Seperti dikutip dari Republika Online, bahwa delegasi negara-negara anggota Organisasi Kerja sama Islam atau OKI pun tak ketinggalan turut memuji batik Indonesia yang dipamerkan di Katumbiri Expo 2012, karena kreasi warna, motif dan bahan berkualitas tinggi, serta ketekunan para pembatiknya menjadi ciri khas batik itu.

"Batik Indonesia sangat indah, detil-detilnya dibuat dengan sangat hati-hati dan menggunakan perasaan," kata seorang Delegasi OKI, Menteri Urusan Perempuan Republik Islam Afganistan HB Ghazanfar di Jakarta, Rabu (5/12). 

Aku berbatik, kalau kamu?

Aku berbatik dan aku bangga "berdiri" sebagai salah seorang yang mengusung dan secara tak langsung turut melestarikan batik. "Aku berbatik"  bukanlah bualan maupun kelakarku belaka. "Aku berbatik" telah menjadi bagian dalam kehidupanku. 

Contoh penerapan sederhananya, aku kerap menggunakan sampul motif batik untuk membungkus kado atau kiriman ke orang lain. Meskipun bukan batik sungguhan, tapi aku suka dengan pola batik yang tertuang di dalamnya.


Gambar 10. Sampul kado motif batik (Sumber: Dokumentasi pribadi)

Aku pun teringat, ketika sekembalinya dari Yogyakarta dulu, kubawakan beberapa gantungan kunci bentuk sandal batik sebagai oleh-oleh untuk kawan-kawanku. Selain unik dan eksotik, ukurannya yang kecil pun memudahkanku untuk membawanya ke Jakarta.



Gambar 11. Gantungan kunci bentuk sandal batik (Sumber: Dokumentasi pribadi)

"Aku berbatik" turut kutularkan pada istriku. Kami sering mengenakan batik couple ketika menghadiri suatu resepsi maupun acara resmi. Selain agar tampil lebih keren dan kompak, tentunya juga untuk meningkatkan romantisme dalam rumah tangga yang baru kami bina ini.



Gambar 12. Aku dan istri mengenakan batik couple. (Sumber: Dokumentasi pribadi)

Tak hanya dalam rumah tangga, semangat "Aku berbatik" pun turut kutularkan pada timku di tempat kerja. Pada suatu kesempatan, ada yang menggulirkan wacana pengadaan seragam tim, bisa berupa kaos, baju, batik, jaket, dsb. Akupun terbersit untuk mengajak mereka jalan-jalan ke salah satu pusat grosir di Jakarta Timur untuk membeli batik couple. Dan... yak, inilah dia seragam tim kami:


Gambar 13. Aku dan timku mengenakan Batik bermotif serupa setiap Jum'at sebagai wujud kekompakan. (Sumber: Dokumentasi pribadi)

"Aku berbatik" , bukan sekadar slogan, ungkapan maupun omongan biasa. "Aku berbatik"  dapat bermakna jauh lebih besar daripada itu. "Aku berbatik" dapat menjadi sebuah azzam, usaha melestarikan batik, pembuktian diri, rasa kecintaan, bahkan lebih besar dari itu yakni sebuah gerakan. 

"Aku berbatik", mengandung makna dalam bagi siapapun yang memiliki kecintaan terhadap batik, budaya Indonesia dan bumi pertiwi. Ini merupakan wujud eksistensi dari suatu kebangkitan budaya Indonesia yang telah mendunia dan mencoba mengakar di berbagai belahan bumi.


Sadar ataupun tidak, "Aku berbatik" telah tumbuh dalam sanubari tak hanya pada kita yang notabene sebagai bangsa tempat berasalnya budaya batik yang kemudian berkembang, tapi juga mereka yang di berbagai belahan dunia dan mulai mencintai batik. Batik, batik dan batik... dimana-mana ada batik... Aku berbatik, kalau kamu? 



Referensi:

berbatik.com

id.wikipedia.org

java.eyelid.co.uk

republika.co.id

twitter.com



Senin, 30 April 2012

Filosofi Logo Ngonoo? Oh, Ngonoo toh... (Juara IV Lomba Blog Review Ngonoo)


Sepintas Ngonoo

NGONOO adalah Komunitas Media yang memberikan informasi tentang Social Media dan Tips Trik Online. Ngonoo hadir ke dalam “dunia datar” dengan mengoptimalkan fungsi social media. Dalam situs ngonoo.com, para pengunjung dapat mempelajari aneka tips dan trik agar berselancar di dunia maya jauh lebih menyenangkan.


Komunitas Ngonoo merupakan wadah berbagi segala hal yang dapat memudahkan kita dalam era digital. Selain itu, komunitas ini juga hadir sebagai sahabat yang memberikan jalan keluar, bila kita tersesat di dunia maya.  Sehingga, bisa dibilang Ngonoo.com merupakan sebuah situs anti gaptek.

Kontributor Ngonoo terdiri dari para blogger yang memang biasa menulis. Jadi, jangan heran bila gaya bahasa yang digunakan cukup mudah dicerna dan mengena.

Logo Ngonoo yang unik

Ngonoo memiliki logo yang unik, yakni Burung Hantu. Mungkin, selain sebagai logo, Burung Hantu ini pun menjadi ikon atau maskot Ngonoo. Di samping lucu, Burung ini kerap muncul di aneka halaman dalam situs Ngonoo.

Pada logo Ngonoo tertulis kata “Ngonoo” berwarna hitam, kecuali pada suku kata “on” yang berada di tengah. Sementara, kedua huruf terakhir dalam kata “Ngonoo”, nampaknya memang sengaja diibaratkan sebagai mata si Burung Hantu. Bentuknya yang bulat besar, menjadi ciri atau karakter khas dari “Burung Hantu Ngonoo”.

Sebagai pengganti bulu pada tubuh si Burung Hantu, terdapat bilangan biner. Yup, deretan angka 0 dan 1 menghiasi bagian tubuh depan si Burung Hantu.

Menelaah teori desain

Menurut Jad Limcaco, desain itu lebih jauh dari merakit, meng-order, atau meng-edit. Desain itu ada untuk menambah nilai dan makna terhadap sesuatu. Desain itu menyederhanakan, menekankan, mempengaruhi, dan bahkan mempunyai dampak. Desain merupakan kata kerja dan kata benda. Desain pun menjadi bagian integral dari kehidupan kita sehari-hari.

Tak ayal bila orang akan memilih produk yang paling eye-catching dengan desain menarik. Karena desain produk tersebut dapat menginspirasi dan memotivasi orang untuk mengenalnya lebih jauh. Salah satu produk desain ialah logo.

Designers can create normalcy out of chaos; they can clearly communicate ideas through the organising and manipulating of words and pictures.” - Jeffrey Veen

Desainer grafis sejati akan mampu menjelaskan, jika ditanya, tujuan dari segala sesuatu yang telah dilakukan dalam karya seninya. Dalam kebanyakan kasus, Semakin baik visualnya desainnya, itu semakin menarik perhatian pembaca. Jika Anda akan belajar untuk menjadi konservatif dan kreatif dengan desain Anda, Anda akan mendapatkan pengalaman yang besar hasilnya.

You cannot not communicate.” - Paul Watzlawik

Membedah filosofi “Burung Hantu” Ngonoo

Seekor Burung Hantu dikenal setia karena hanya mempunyai satu pasangan dalam hidupnya. Hal ini dapat bermakna konsistensi. Ngonoo memiliki tekad untuk konsisten sebagai sebuah komunitas media yang memberikan informasi tentang Social Media dan Tips Trik Online.

Burung Hantu tidak begitu banyak bertingkah. Dengan sorot matanya yang tajam dan sikapnya yang tenang, ia mampu menangkap tikus di kegelapan. Burung ini memang tercipta sebagai predator yang efisien. Terlebih dengan adanya kemampuan pendengaran yang sangat baik. Begitu halnya dengan Ngonoo. Di balik ketenangan tampilannya, Ngonoo menyajikan tulisan-tulisan bermanfaat yang mudah dicerna dan langsung mengena bagi para pembaca. Tentu karena Ngonoo pun paham apa yang tengah dibutuhkan oleh para peselancar dunia maya. Selain itu, strategi pemasarannya pun benar-benar mantap dengan mengoptimalkan peran lingkungan sekelilingnya.


Hebatnya, seekor Burung Hantu mempunyai kemampuan binokuler (menggunakan kedua mata secara bersamaan untuk melihat sebuah obyek secara tiga dimensi). Selain itu, ia pun bisa memutar kepalanya 270 derajat. Kemampuan ini membuatnya dapat melihat ke belakang dengan mudah. Ngonoo memiliki kontributor yang notabene para blogger. Hal ini, membuat Ngonoo dapat melihat dari berbagai sudut pandang secara tajam.

Sepasang sayap pada Burung Hantu mampu meredam gerakan udara. Hal ini menjadikannya tidak bersuara saat terbang, sehingga dapat menangkap mangsanya dengan kejutan. Ilmu pengetahuan merupakan mangsa bagi Ngonoo. Ngonoo selalu saja berhasil memperoleh referensi untuk membahas tentang aneka topik terkait dunia online. Dengan pergerakannya yang tenang, Ngonoo justru mampu membaca apa yang dibutuhkan oleh para pengguna internet.

Bersumber dari Yunani, Barat menggunakan Burung Hantu sebagai lambang ilmu pengetahuan.Burung Hantu merupakan hewan peliharaan Dewi Minerva, Dewi Pengetahuan orang Yunani. Bagi orang Yunani pengetahuan manusia muncul ketika manusia menemui kesulitan atau kegelapan. Sementara, burung Hantu justru keluar di dalam kegelapan. Dari sinilah, Burung Hantu menjadi lambang ilmu pengetahuan.

Burung yang menjadi lambang ilmu pengetahuan ini, memang pantas muncul dalam logo Ngonoo. Terlebih, Ngonoo memiliki positioning sebagai situs anti gaptek.

Membedah filosofi bilangan binner di badan “Burung Hantu”

Pada logo Ngonoo, ditemukan adanya penulisan bilangan biner di badan si Burung Hantu. Hal ini terlihat dari angka-angka 0 dan 1 sebagai pengganti bulu burung itu.

Sistem bilangan biner adalah sebuah sistem penulisan angka dengan menggunakan dua simbol yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital.


Simbol ini menunjukkan bahwa Ngonoo memang bergerak di dunia digital. Selain harus cepat dalam meraih dan membagi informasi, juga menyederhanakan informasi tersebut sehingga pengguna atau pembaca dapat mudah menyerap ilmu yang hendak disampaikan.

Membedah filosofi pewarnaan logo Ngonoo

Logo Ngonoo terdiri dari warna merah, hitam dan abu-abu (plus putih sebagai background-nya). Di balik warna-warni itu, masing-masing warna tersembunyi makna tersendiri.

Merah, simbol api, sebuah warna yang melambangkan kekuatan, kemauan, eksentrik, aktif, agresif dan mampu meningkatkan semangat. Selain itu, warna ini dapat membangkitkan energi, komunikatif, optimis, antusias, dan bersemangat. Bila warna dikelompokkan menjadi warna hangat dan warna dingin, maka Merah tergolong sebagai warna hangat. Dalam logo Ngonoo, warna merah terdapat pada paruh Burung Hantu, serta pada huruf O dan N dari kata “NGONOO”.

Paruh yang berwarna merah, selain untuk membedakan paruh dengan huruf “V” agar tidak rancu dengan kata “NGONOO”, juga berfungsi sebagai “kunci penghidup”. Paruh yang penuh semangat, bergerak secara dinamis dan hangat. Paruh inilah yang “memakan” ilmu pengetahuan dan menjadi “kunci” untuk “menghidupkan” Ngonoo.


Sementara, warna merah pada huruf O dan N, berfungsi untuk menarik perhatian serta memberikan efek dramatis pada logo ini. Bila digabung, huruf O dan N akan menjadi kata “ON” yang berarti Nyala/Hidup/Melek. Sama artinya bahwa, Ngonoo ada untuk membuat khalayak agar “melek” terhadap teknologi, atau dengan kata lain: anti gaptek.

Satu-satunya warna putih pada logo Ngonoo, yakni pada background. Putih mampu menunjukkan kedamaian, pencapaian diri, spiritualitas, kesucian, kesederhanaan, kebersihan, cahaya, persatuan. Selain itu, warna putih sangat bagus untuk menampilkan atau menekankan warna lain, dalam hal ini yaitu agar logo Ngonoo tampak menonjol.

Di budaya Oriental, warna merah yang dikombinasikan dengan warna putih memiliki arti kebahagiaan dan dipercaya dapat mengundang kebahagiaan. Sehingga, dapat dikatakan Ngonoo hadir dengan membawa aneka solusi bagi para peselancar dunia maya, agar berinternet ria kian terasa menyenangkan.

Logo Ngonoo kaya akan warna hitam. Warna ini melambangkan perlindungan, mengikat, kekuatan, formalitas, kekayaan. Warna hitam sebenarnya cocok untuk menambah kesan misteri. Selain itu, warna ini pun membantu penekanan pada warna-warna lain, seperti penekanan pada huruf O dan N yang berwarna merah.

Siluet Burung Hantu pada logo Ngonoo, tampil dengan warna abu-abu. Warna ini termasuk warna netral yang mampu menciptakan kesan misterius, mententramkan serta adanya rasa damai. Selain itu, abu-abu juga mengesankan independen dan stabil. Sehingga, Ngonoo memang terlihat sebagai sebuah komunitas media yang independen dan stabil. Warna abu-abu ini pun juga membantu penekanan terhadap kata “NGONOO” pada logo Ngonoo.

Kata "Ngonoo" sendiri tentunya sudah tak asing bagi orang yang paham Bahasa Jawa. Ngonoo yang berasal dari kata "ngono" memiliki arti "begitu", merupakan salah satu kata dalam Bahasa Jawa. Contoh penggunaannya seperti, "Oh, ngonoo toh.. (Oh, begitu toh..)". Mengapa "Ngonoo"? Mengapa tidak, toh Ngonoo sendiri berdomisili di Yogyakarta. Sehingga, "sekali dayung" dengan melestarikan budaya Jawa yang dapat menjadi tren di dunia maya. Yo ngono kuwilah...


Kesimpulan

Logo Ngonoo memang 'KLOP' dengan visi misinya. Dengan positioning sebagai Situs Anti Gaptek, logo ini tentunya memiliki peranan besar dalam menunjang hal itu ke depannya. Tulisan ini sendiri, dibuat dalam rangka untuk diikut sertakan dalam Blog Review Ngonoo.com. Filosofi ini merupakan hasil telaahan pribadi terhadap logo Ngonoo yang cukup unik dan kreatif.


Oleh:

Miftahul Falah, MSi.


Referensi:

Terima Kasih sudah berkunjung ^^ Jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya ;) Follow juga akun Twitter/Instagram @miftahoke
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service