Bismillaahirrohmaanirrohiim.. Assalamu'alaikum.. Welcome to Miftahul's Blog -To Be Like a Sun-

TO BE LIKE A SUN

Assalamu'alaikum. Salam hangat... Selamat datang di blog saya yang sederhana ini. Blog ini berisi seputar pengalaman pribadi, opini, info, karya lomba, dsb yang mungkin dapat bermanfaat. Terima kasih atas kesediaannya meluangkan waktu 'tuk singgah walau sejenak. Jangan lupa ninggalin jejak ya ^^



Sabtu, 12 Januari 2008

Antara Utopia dengan Realita


Kongres Luar Biasa (KLB) yang terjadi lebih dari satu dasawarsa lalu, telah menghasilkan sesuatu yang menjadi tonggak awal pembaharuan. Perubahan struktur kelembagaan Keluarga Mahasiswa (KM) IPB terlihat cukup signifikan. Hal ini dapat dilihat dari perubahan nama lembaga maupun pembagian peran yang dilakoninya. Lembaga eksekutif yang semula bernama Senat, kini menjadi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), lembaga legislatif bernama Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), lembaga keprofesian bernama Himpunan Profesi (Himpro), lembaga penaung bidang minat dan bakat mahasiswa bernama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Lembaga Struktural (LS).

Sistem pemerintahan negara KM IPB layaknya sebuah miniatur dari sistem yang dijalankan negara kita (RI). Negara ini dipimpin oleh seorang Presiden (dalam hal ini Presiden Mahasiswa), dibantu oleh wakil, sekretaris, serta para menteri (begitu halnya struktur kepengurusan di BEM KM). Terdapat juga seorang Gubernur untuk memimpin tiap-tiap provinsi (dalam hal ini, fakultas diibaratkan sebagai provinsi, sementara Ketua BEM Fakultas/TPB/Diploma adalah Gubernur dari provinsi tersebut). Tidak ketinggalan lembaga tinggi dan tertinggi negara (DPRD diibaratkan dengan DPM Fakultas/TPB/Diploma, DPR RI dengan DPM KM, dan MPR RI dengan MPM KM).

Perubahan-perubahan yang terjadi, berawal dari mimpi. Salah satu mimpi tersebut adalah untuk menjadikan Indonesia lebih baik, dimulai dari perbaikan pada diri sendiri, keluarga, lingkungan, baru kemudian ke negara.

Mimpi untuk menjadikan Indonesia Emas berawal dari IPB Emas, telah mendorong Erick cs untuk merealisasikan konsep-konsep perbaikan di IPB. Erick selaku Presiden Mahasiswa (Presma) menyadari benar mengenai pentingnya realisasi dari aspirasi-aspirasi yang selama ini tertampung. Dibantu oleh para menteri, staf, dan kelembagaan KM IPB lainnya, mimpi-mimpi tersebut satu persatu mulai coba direalisasikan.

Toilet yang telah menjadi masalah klasik kini tengah dilakukan perbaikan dan pembenahan di seluruh IPB. SPP yang mengalami kenaikan dan menyulitkan mahasiswa yang kurang mampu, dibantu tidak hanya dengan sekedar Aksi atau lobi-lobi, tapi juga dengan pengadaan Beasiswa SPP BEM KM. Akhlak pemuda/i Indonesia yang terlihat mulai mengalami penurunan dan nyaris kehilangan identitas kebudayaan timur, serta krisis kepemimpinan, dicoba atasi dengan pengadaan Leadership and Entrepreneurship School, dengan harapan para pemimpin di masa depan tidak saja memiliki kecerdasan emosi maupun intelijensi saja, tapi juga nilai-nilai spiritual yang mendekatkannya pada akhlak mulia, berkarakter kuat, dapat jadi suri tauladan yang baik, dan insan yang bertaqwa.

Namun, tidak hanya hal-hal diatas saja yang kini tengah diperjuangkan oleh BEM KM untuk seluruh civitas akademik IPB pada khususnya maupun Bogor atau Indonesia pada umumnya. Masih banyak hal lain di berbagai bidang yang kini tengah diperjuangkan tidak hanya oleh BEM KM selaku lembaga eksekutif pusat, tapi juga seluruh lembaga KM di IPB, karena sebenarnya ini adalah satu sistem pemerintahan, KM IPB.

Jadi, tidak ada alasan sebenarnya untuk mengatakan bahwa peran kelembagaan kurang terasa. Sudah semestinya kita selaku mahasiswa yang dikenal sebagai kaum intelektual, berdiri mandiri dan rajin mencari info-info terkini, sehingga tidak ketinggalan isu yang tengah bergemul baik di tingkat Fakultas, IPB, Bogor, maupun Indonesia. 

Mahasiswa-lah yang seharusnya menjadi motor penggerak perubahan menuju perbaikan. Tindakan sekecil apapun yang dilakukan, itu jauh lebih baik daripada seribu kata-kata mutiara.

Bukanlah para utopis ataupun pesimistis yang seharusnya tergabung dalam BEM maupun kelembagaan KM lainnya. Akan tetapi, para perintis yang memiliki rasa optimis dan mampu atau paling tidak mau untuk belajar berpikir realistis dan idealis. Karena memang orang-orang pilihan sajalah yang mampu dan mau untuk mengemban amanah ini, amanah yang diharapkan dapat membawa kita menuju ke arah yang lebih baik.

HIDUP MAHASISWA !!!

0 komentar:

Terima Kasih sudah berkunjung ^^ Jangan lupa untuk meninggalkan jejak ya ;) Follow juga akun Twitter/Instagram @miftahoke
Check Page Rank of any web site pages instantly:
This free page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service